Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 April 2024 | 01.55 WIB

Jelang Puncak Arus Balik 2024, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Siapkan Langkah Atasi Lonjakan Penumpang

ASDP Ketapang lakukan upaya antisipasi lonjakan penumpang pada arus balik dengan menyiagakan kapal perbantuan. - Image

ASDP Ketapang lakukan upaya antisipasi lonjakan penumpang pada arus balik dengan menyiagakan kapal perbantuan.

JawaPos.com–Pelabuhan Ketapang Banyuwangi persiapkan diri menghadapi puncak arus balik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Dilansir dari Radar Banyuwangi (JawaPos Group) berdasar data ASDP Ketapang, selama arus mudik terhitung sejak H-10 hingga H-1 Lebaran sebanyak 455.091 orang telah melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang. Dengan berbekal data tersebut, ASDP Ketapang mulai bersiap untuk memberikan layanan terbaik kepada calon penumpang di arus balik Lebaran.

Sementara itu, berdasar pantauan pada H+1 Lebaran, penumpang di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi masih landai. ASDP sejauh ini masih belum mendeteksi lonjakan penumpang. Begitu juga dengan armada kapal ferry yang beroperasi masih berada di level normal, yakni sebanyak 27 kapal. Bahkan karena masih belum terdeteksi lonjakan penumpang, kapal perbantuan juga diliburkan untuk sementara.

”Pada masa arus mudik Lebaran, tercatat 35 kapal ferry dikerahkan untuk mengurai kepadatan penumpang yang hendak menyeberang,” kata General Manager (GM) ASDP Ketapang Syamsudin.

Dia mengatakan, landainya aktivitas pelabuhan karena masyarakat masih menghabiskan waktu berlebaran di kampung halaman masing-masing. Hal tersebut membuat belum terdeteksi adanya pergerakan penumpang yang hendak menyeberang ke Pulau Bali.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, lanjut Syamsudin, kemungkinan pergeseran penumpang tidak akan sepadat ketika arus mudik. Penyebabnya adalah beberapa orang memilih waktu berbeda untuk kembali ke tempat beraktivitas.

”Kita tetap siaga, untuk sementara ini masih cukup normal. Belum ada pergerakan besar penumpang,” ujar Syamsudin.

Korsatpel BPTD Wilayah Ketapang Bayu Kusumo Nugroho menyatakan, pola penerapan 27 kapal dengan delapan trip menunjukkan arus penumpang masih cukup normal. Ditambah lagi dengan kapal perbantuan yang saat ini masih belum dioperasikan.

”Masih belum ada pergerakan,” terang Bayu Kusumo Nugroho.

Dia memprediksi, mulai Jumat (12/4) akan mulai terasa pergerakan pemudik dari Pulau Jawa menuju Pulau Bali di Pelabuhan Ketapang. Sebagai upaya antisipasi lonjakan penumpang pihaknya mulai menyiagakan kapal perbantuan.

”Prediksi puncak arus balik pada Sabtu (13/4) dan Minggu (14/4). Jika ada lonjakan penumpang, kapal perbantuan akan kita siagakan Kembali,” tandas Bayu Kusumo Nugroho.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore