
KH. Ma
JawaPos.com - Bakal Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menggelar safari pesantren di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng). Langkah tersebut diyakini tidak akan memberikan efek dukungan maksimal dari kader Nahdlatul Ulama (NU). Apalagi pesantren yang didatangi Ma'ruf Amin merupakan basis NU struktural.
Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengatakan, Jatim memang merupakan bagian NU. Tapi Ma'ruf Amin bakal menemui kesulitan untuk meraih dukungan Nahdliyin rasional. Apalagi terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai pendamping Joko Widodo menuai pro dan kontra di kalangan Nahdliyin.
"Safari Kiai Ma'ruf Amin ke Jatim sesungguhnya strategis karena Jatim basis Nahdliyin dan kiai sepuh. Tetapi saya pikir hanya menguatkan basis suara Nahdliyin struktural dan masih sulit meraih suara swing voters NU kultural," kata Surokim kepada JawaPos.com, Selasa (4/9).
"Punjer (pusat, Red) kiai sepuh di Jatim semakin sulit diidentifikasi saat ini dan semakin banyak menyebar ke tokoh kultural. Tidak selalu ada di jajaran struktural NU, juga membuat roadshow untuk meraih dukungan simbolik semakin sulit. Karena menyebar ke banyak tokoh kiai saat ini," sambungnya.
Masih ada faktor lain yang membuat Nahdliyin kultural belum bisa menerima majunya Ma'ruf Amin. Salah satunya, lambatnya Ma'ruf Amin melepas jabatan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Seharusnya dengan usia yang cukup tua, Ma'ruf Amin bisa memberikan respons yang cepat atas berbagai harapan Nahdliyin.
"Sesungguhnya yang lebih banyak ditunggu publik, termasuk salah satunya respons cepat mengundurkan diri agar tidak membebani dan membuat polemik berkepanjangan dalam tubuh struktural NU. Itu akan bisa mengikis sedikit keraguan pemilih di tengah kelemahan usia yang sejauh ini masih menjadi sorotan utama," imbuhnya.
Satu lagi, keberadaan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dalam Safari Ma'ruf Amin juga berpotensi menimbulkan polemik baru di kalangan Nahdliyin kultural. Utamanya yang menjadi simpatisan partai di luar PKB.
"Roadshow silaturrahim akan lebih efektif jika ditemani tokoh nonpartai politik. Publik Jatim masih memberi catatan terhadap tokoh-tokoh partai politik dalam usaha meraih suara warga Nahdliyin," peneliti dari Surabaya Survey Center (SSC) itu memungkasi.
Seperti diketahui, Ma'ruf Amin saat ini sedang melakukan safari pesantren selama dua hari terhitung sejak Senin (3/8) hingga Selasa (4/8). Beberapa pesantren yang didatangi antara lain Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, dan Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.
Dalam safari pesantren, Ma'ruf Amin didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua PBNU Robikin Emhas, serta Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
