Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Maret 2024 | 18.54 WIB

Banjir di Kabupaten Demak Makin Meluas

Sejumlah warga memperkuat tanggul aliran Sungai Jeratun di Desa Tugu Ngemplik, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. - Image

Sejumlah warga memperkuat tanggul aliran Sungai Jeratun di Desa Tugu Ngemplik, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.

JawaPos.com–Banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang disebabkan adanya air sungai yang melimpas serta jebolnya tanggul sungai semakin meluas. Sebelumnya ada 25 desa terdampak, meningkat menjadi 44 desa yang tersebar di delapan kecamatan.

”Kedelapan kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Demak ada tiga kelurahan, Sayung ada 12 desa, Mranggen lima desa, Karangawen empat desa, Dempet lima desa, Karanganyar dua desa, Wonosalam satu desa, dan Guntur ada 12 desa,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak M. Agus Nugroho Luhur P. seperti dilansir dari Antara di Demak, Sabtu (16/3).

Banjir di Kabupaten Demak, kata dia, awalnya karena curah hujan tinggi pada Rabu (13/3) malam. Sehingga, memengaruhi debit air di wilayah hulu ke hilir meningkat, mengakibatkan beberapa daerah di Demak terdampak banjir.

Selain itu, terdapat tanggul sungai di Desa Menur, Kecamatan Mranggen, yang jebol sehingga mengakibatkan permukiman warga terdampak. BPBD bersama sejumlah pihak terkait juga sudah melakukan evakuasi warga ke tempat pengungsian, baik di balai desa, pondok pesantren, tempat ibadah, serta rumah warga.

”Untuk jumlah pengungsi semakin bertambah. Data BPBD per 15 Maret pukul 19.00 WIB, jumlah warga yang mengungsi meningkat menjadi 2.163 orang dari sebelumnya hanya 499 jiwa,” terang Agus Nugroho Luhur.

Selain rumah warga yang terdampak banjir, tercatat ada 73 sarana ibadah, 10 fasilitas kesehatan, 30 sarana pendidikan, dan 10 perkantoran juga terdampak. BPBD Demak juga berupaya melakukan evakuasi warga yang menginginkan dievakuasi, termasuk menyiapkan dapur umum dan mengupayakan penyiapan kebutuhan para pengungsi.

”Mulai dari tikar, kasur, selimut, obat-obatan, sembako, pakaian, serta air bersih,” ujar Agus Nugroho Luhur.

Terkait tanggul jebol maupun limpas, lanjut dia, juga dilakukan upaya penanganan darurat. Termasuk tanggul aliran Sungai Jeratun di Desa Tugu Ngemplik, Kecamatan Karanganyar, yang melimpas ke permukiman warga di Desa Ketanjung.

Selain itu, juga dilakukan upaya penguatan tanggul Sungai Wulan juga masih dilakukan demi mencegah tanggul jebol.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore