
Salah satu kegiatan P5 dan dies natalis SMAN 1 Susukan Kabupaten Cirebon.
JawaPos.com–SMA Negeri 1 Susukan, Kabupaten Cirebon, rayakan Dies Natalis ke-22, Kamis (22/2). Rangkaian acara digabung dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Panen Karya: Kearifan Lokal dalam Permainan Tradisional Gateria Nawasena Harapan untuk Masa Depan yang Cerah.
Acara berlangsung di lapangan sekolah. Para siswa kelas X menampilkan berbagai permainan tradisional. Seperti petak umpet, gobak sodor, ular naga, permainan kelereng, congklak, dan lainnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Susukan Ukendi Andriyana menjelaskan, acara dihadiri Kasubag TU KCD X Herman Hadi Santoso, Ketua MKKS SMA Kabupaten Cirebon Kasan Johari, para mantan kepala SMA Negeri 1 Susukan, dan para pengurus Komite Sekolah.
Menurut Ukendi, para siswa diharapkan lebih mengenal lagi budaya Cirebon dan budaya Sunda. Di antaranya melalui kearifan lokal permainan tradisional. Sehingga para siswa memiliki karakter kuat sebagai landasan moral dan etika.
”Secara geografis lokasi sekolah berada di antara lingkungan pertanian sehingga anak-anak sudah mengenal budaya agraris. Mulai dari menanam, merawat hingga panen. Sehingga dengan kembali mengenalkan permainan tradisional ini, kami ingin anak-anak tidak lepas dari akar budayanya,” papar Ukendi Andriyana.
Pada usia ke-22 tahun, keluarga besar SMA Negeri 1 Susukan bisa lebih mandiri dan saling menguatkan. Selain itu, menjalankan kehidupan yang lebih baik.
”Kami ingin mencetak lulusan yang cerdas, berintegritas, patriotis, menguasai IT dan berakhlak mulia,” papar Ukendi Andriyana.
Dia menjelaskan, peringatan Dies Natalis dan Panen Karya itu sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka. Para siswa mengembangkan keterampilan akademik dan non akademik sesuai dengan potensi siswa masing-masing.
”Kami berupaya menciptakan sekolah yang menyenangkan. Sehingga para siswa menjadi betah dan semangat belajar mengejar cita-cita,” ujar Ukendi Andriyana.
Menurut dia, sekolah juga menjalin kedekatan dengan orang tua siswa. Sebab, orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk perkembangan dan prestasi anak.
Dia berharap SMA Negeri 1 Susukan bisa lebih maju dan mengantarkan anak-anak meraih prestasi. ”Kami berharap makin banyak lulusan SMAN 1 Susukan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” papar Ukendi Andriyana.
Karena itu, menurut dia, harus didukung peran orang tua serta peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Saat ini, sekolah memiliki 75 pengajar baik PNS maupun honorer PPPK. Sebagian besar sudah memiliki kompetensi.
”Kami akan memperbaiki dan melengkapi fasilitas yang dibutuhkan untuk proses pembelajaran siswa secara bertahap. Butuh dukungan dan kerja sama semua pihak,” ucap Ukendi Andriyana.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
