
SUDAH DIPATOK: Lahan di Kecamatan Mojo yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung sudah dipasangi patok RoW. Dari sana tim pengadaan tanah akan melanjutkan pematokan hingga ke Tulungagung.
JawaPos.com – Tim Pengadaan Tanah (TPT) Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) resmi akan memulai pencetakan tanah terdampak tol tahap II pada pekan depan.
Hal tersebut menyusul rampungnya pemasangan patok right of way (RoW) pada pekan ini. Implementasinya memang cenderung dikebut karena mengejar tenggat waktu pembangunan fisik akses jalan utama menuju Bandara Dhoho Kediri.
Diketahui sebelumnya, penetapan lokasi (penlok) tahap II ini dilakukan karena adanya penambahan lahan di sepanjang trase tol yang sudah diukur di tahap I.
Lahan tambahan itu diperlukan karena ada perubahan lokasi dari pintu keluar tol. Semula, exit tol direncanakan di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Kini, dipindah ke Jalan Suparjan Mangun Wijaya.
Selain itu, TPT juga harus menambah luasan untuk tol karena ada kewajiban terkait clear zone.
Faktor keselamatan di sisi kiri dan kanan jalan tol itu harus dipenuhi agar bisa merealisasikan fisik jalan bebas hambatan tersebut.
Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung, Linanda Krisni Susanti mengungkapkan, pelaksanaan penlok II tetap akan mengutamakan akses bandara seperti pada rencana awal.
Jalan tersebut di antaranya berada di wilayah Kelurahan Mojoroto, Gayam, Bujel, dan Semampir untuk ruas Kota Kediri. Serta, Desa Tiron dan Manyaran untuk ruas di Kabupaten Kediri.
“Untuk Desa Tiron dan Manyaran Minggu kemarin sudah sosialisasi dan sudah dilakukan pemasangan patok bidang tanah untuk batas-batas bidang yang terkena. Kalau tidak ada halangan, Senin (19/2) mulai pengukuran. Satgas A dari BPN turun,” katanya.
Berbeda dengan akses bandara di ruas Kabupaten Kediri yang sudah mulai dilakukan pengukuran, menurutnya di Kota Kediri baru akan memproses rencana sosialisasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN Kota Kediri).
“Kalau untuk pematokan RoW-nya di Kota Kediri sudah selesai semua. Baik yang akses bandara maupun di luar akses bandara,” lanjutnya memvalidasi wilayah Kota Kediri yang sudah siap untuk dilaksanakan sosialisasi pemasangan patok bidang Penlok Tahap II.
Perempuan yang akrab dipanggil Nanda ini menambahkan, sosialisasi pemasangan patok ini penting dilakukan. Khususnya bagi kelurahan yang terdampak akses jalan prioritas menuju bandara.
“Mulai konstruksinya juga akan diprioritaskan untuk akses bandara. Jadi waktu konstruksi nanti juga akan membutuhkan tanah-tanah tahap II ini,” terang Nanda sambil menyebutkan tujuannya untuk mempercepat pembayaran dilakukan.
Sama seperti tahapan penlok I, saat sosialisasi pemasangan patok batas bidang telah selesai, pengukuran akan segera dilakukan. Satgas A dari BPN akan turun ke lapangan untuk mengukur bidang-bidang yang terdampak itu.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
