
Kondisi TKP bus rombongan DPD Partai Hanura yang mengalami kecelakaan di Tol Solo-Ngawi pada hari Minggu (4/2). (PJR Polda Jawa Timur)
JawaPos.com – Nanang Purna Irawan selaku sopir truk yang menjadi saksi dari Kecelakaan bus yang dialami oleh rombongan pengamanan DPD Hanura Jawa Timur (Jatim) di Tol Solo-Ngawi mengaku tidak bisa melupakan momen ketika kecelakaan itu terjadi.
Ia mengatakan kesaksiannya bahwa dirinya mengetahui secara tidak langsung kejadian tersebut. Kecelakaan bus DPD Hanura itu terjadi di Km 554 Tol Solo-Ngawi itu masuk dalam wilayah Desa Sambirejo, Mantingan pada pukul 07.05 WIB di hari Minggu (4/2) kemarin.
Dilansir dari Radar Madiun (JawaPos Group), lelaki berusia 43 tahun itu mengaku awalnya bus rombongan DPD Hanura menyalip truk yang dikendarainya lalu terguling. Mengetahui bahwa bus terguling di depannya maka dirinya sontak menginjak rem dan menepi.
“Bus itu terguling setelah mendahului truk saya,” ujarnya.
Setelah menepi dan menghentikan truknya, ia lantas keluar dari ruang kemudi dengan maksud menolong para penumpang bus. Namun, ia malah nyaris diamuk oleh sejumlah penumpang bus yang menganggap truknya sebagai penyebab kecelakaan.
“Dikira truk saya yang menyebabkan kecelakaan, padahal tidak kena truk. Karena saya ada di jalur lambat,” kata sopir truk asal Desa Beton, Menganti, Gresik itu.
Bus yang kecelakaan itu dikemudikan oleh Chatur Pancoro, warga Desa Grogol, Tulangan, Sidoarjo. Bus pariwisata Trans Jaya dengan nomor polisi W 7801 UO itu membawa rombongan Brigade DPD Partai Hanura Jatim yang baru pulang dari kampanye akbar Konser Salam Metal Ganjar-Mahfud di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Sabtu (3/2).
Sementara itu Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Ipda Yudhi Irawan menyebut bahwa memang kejadian itu adalah kecelakaan tunggal. Ia menyampaikan kecelakaan bermula saat bus melaju dari arah barat ke timur.
Sesampainya di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bus hendak menyalip truk di jalur lambat. Namun, hal itu justru membuat bus oleng ke kanan dan menyeruduk median tol. Setelah itu bus terpental ke kiri dan terguling lalu meluncur dalam jarak sekitar 50 meter.
“Bus terguling dengan posisi melintang di badan jalan setelah menabrak guardrail,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Pemilu, Kapolresta Sidoarjo Lakukan Pengecekan di Sejumlah Gudang Penyimpanan Logistik
Wakapolres Ngawi Komisaris Polisi (Kompol) Achmad Robial menambahkan bahwa saat kejadian, rombongan bus Partai Hanura itu mengangkut 54 orang penumpang ditambah sopir dan kernet.
Akibat kecelakaan itu, dua orang penumpang meninggal dunia di tempat dan satu orang lagi meninggal saat di rawat di Rumah Sakit (RS). Penumpang yang meninggal dunia itu bernama Farouq, 21, warga Desa Mojolebak, Jetis, Mojokerto, dan Aditya Sapulete, 29, warga asal Desa Cungkup, Pucuk, Lamongan. Seorang lainnya yang meninggal adalah sang sopir bus.
“Total korban yang meninggal dunia menjadi tiga orang, sopir bus meninggal dalam perawatan di rumah sakit,” ujar Wakapolres Ngawi itu.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
