Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Januari 2024 | 19.00 WIB

Reservasi Hotel di Kabupaten Magelang Menurun Imbas dari Kuota Naik ke Candi Borobudur Terbatas, Begini Penjelasan Ketua PHRI

Reservasi Hotel di Kabupaten Magelang Menurun Imbas dari Kuota Naik ke Candi Borobudur Terbatas. / Sumber : Pexels (Mike van Schoonderwalt) - Image

Reservasi Hotel di Kabupaten Magelang Menurun Imbas dari Kuota Naik ke Candi Borobudur Terbatas. / Sumber : Pexels (Mike van Schoonderwalt)

JawaPos.com - Pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Magelang berharap adanya penyelenggaraan event di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Candi Borobudur, baik skala nasional maupun internasional (29/1).

Sebab hal tersebut diharapkan bisa mendongkrak okupansi dan pendapatan bagi mereka.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang, Usep Syarifudin menjelaskan geliat kunjungan yang belum sepenuhnya pulih seperti di masa sebelum pandemi.

"Sebetulnya saat momentum Nataru, Lebaran, Waisak, maupun long weekend (kunjungan) sudah lumayan bagus," kata Usep (28/1), dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Group).

Namun, event wisata di Kabupaten Magelang belum terorganisasi sepenuhnya. Sehingga ia berharap dinas terkait bisa segera menyusun kalender wisata agar turut mendorong peningkatan hunian hotel dan restoran.

"Di hari biasa itu (okupansi) rata-rata 30 persen. Bahkan bisa kurang. Kalau weekend sudah di atas 50 persen," jelas ketua PHRI, dikutip dari Radar Jogja.

Usep menuturkan bahwa kondisi ini belum benar-benar pulih seperti waktu sebelum pandemi. Barometernya adalah tingkat dari kunjungan wisata ke Candi Borobudur.

Meskipun tiap harinya mencapai lebih dari 4.000 kunjungan, namun tingkat huni hotel di sekitar bisa dikatakan rendah.

Ketua PHRI juga menjelaskan bahwa tamu yang sudah pesan kamar tiba-tiba saja membatalkannya karena tidak mendapat kota naik ke Candi Borobudur.

"Pernah ada tamu luar negeri yang sudah booking, tapi reservasi naik candi sudah penuh. Beruntung saya bisa membantunya. Kalau tamunya tidak tanya ke saya, pasti langsung cancel (kamar)," ujar Usep, dikutip dari Radar Jogja.

Ia berharap, di tahun 2024 ini dapat membawa berkah bagi para pengusaha hotel maupun restoran di sekitar Candi Borobudur. Dengan begitu perputaran roda ekonomi di Kabupaten Magelang menjadi lebih aktif seperti sebelum masa pandemi.

"Makanya kami perlu event supaya tingkat hunian stabil. Event itu sifatnya bisa mengarahkan tamu agar menginap. Misal event di pagi hari seperti Borobudur Marathon," tutur ketua PHRI, dikutip dari Radar Jogja.

Sedangkan, General Manager Artos Hotel & Convention Magelang, Sugeng Sugiantoro berharap di tahun 2024 ini bisa menjadi awal kebangkitan di sektor pariwisata.

Dengan adanya hal ini, diharapkan bisa berimbas pada peningkatan hunian hotel maupun restoran yang berada di sekitar Candi Borobudur.

Sejauh ini, Sugeng melihat kondisi perhotelan di Kabupaten Magelang pada tahun 2023 sudah mulai merangkak naik dibandingkan pada saat pandemi. Dengan adanya event wisata tentu menjadi sangat penting bagi mereka.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore