Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Januari 2024 | 20.53 WIB

Pedagang Daging Anjing Tuntut Pemerintah Fasilitasi Pertemuan dengan Pecinta Hewan: Kami Hanya Ditindas Oknum

Ratusan anjing yang diselamatkan dari praktik jagal ketika diperiksa di penampungan di Semarang. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

 

JawaPos.com – Para pedagang daging anjing berkumpul di Klaten, Jawa Tengah, untuk menuntut pemerintah memfasilitasi audiensi dengan para pecinta hewan, Senin (22/1).

Pasalnya, usai anjing-anjing yang jadi bahan dagangannya diamankan di Gerbang Tol Kalikangkung mereka tak dapat berjualan.

Mengutip Radar Semarang (Jawa Pos Group), mereka mengakui jika perekonomian keluarganya terhambat akibat tak adanya pasokan anjing.

Oleh sebab itu, mereka meminta adanya solusi terhadap pemerintah dan aktivis para pecinta hewan. 

Beberapa poster pun dibentangkan oleh para pedagang. Salah satunya berisi pesan yang ditujukan kepada Presiden RI, Jokowi.

“Pak Presiden Jokowi... Tolong pikirkan nasib kami pedagang kecil! Kami hanya ditindas oleh oknum yang mencari keuntungan lewat donasi dengan dalih menyelamatkan anjing!” begitu tulisan poster yang ditujukan ke Jokowi.

Pasalnya para pedagang daging anjing menganggap para pecinta hewan dengan kencang menentang dan meminta penjualan daging anjing untuk menghentikan usahanya.

Seorang pedagang daging anjing olahan, Danny Kristiawan, mengatakan, mereka sesama penjual daging anjing meminta keadilan dan solusi akibat hal tersebut.

“Intinya teman-teman minta keadilan. Kami minta solusi, karena dari kalangan pecinta anjing memaksakan kehendak secara sepihak. Intinya pedagang ini disuruh tutup tanpa diberikan solusi,” ucapnya.

Ia mengatakan usahanya sejak adanya penangkapan pengepul anjing tak dapat berjualan. Hal tersebut membuatnya bingung karena usaha tersebut merupakan sumber pendapatan keluarga.

Danny pun berharap pemerintah tidak hanya sekadar melarang penjualan daging olahan melainkan juga memberikan solusi untuk beralih usaha lainnya seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

“Tapi juga berani mengganti rugi pedagang, diberi modal usaha, dibina sampai benar-benar usahanya bisa berjalan secara mandiri,” ucap pria yang sudah berusia 60-an itu.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore