
Pedagang kaki lima (PKL) dikawasan Jalur Lintas Selatan Tulungagung./
JawaPos.com – Rencana penertiban dan relokasi terhadap pedagang kaki lima (PKL) dikawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menemui jalan terjal.
Pasalnya, dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), penolakan terhadap rencana itu terus menerus terlontarkan dari masyarakat.
Bahkan, para kepala desa terkait pun secara gamblang menolak rencana pemkab tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo mengakui, rencana pemindahan PKL di JLS Tulungagung ke tempat baru tidak semudah yang dibayangkan.
Hal itu terlihat dari masih banyaknya pedagang yang ogah-ogahan untuk meninggalkan lapaknya yang sudah dibangun itu.
Padahal menurutnya, sosialisasi sudah beberapa kali dilakukan untuk membuat PKL mengerti.
“Memang sulit, apalagi Pemkab Tulungagung juga kalah start dengan mereka. Bangunan-bangunan permanen atau semipermanen itu sudah lebih dulu berdiri. Mereka juga sudah nyanan disana,” ungkap Hari.
Kendati demikian, Pemkab Tulungagung masih terus mengupayakan rencana penertiban itu agar bisa segera di realisasikan.
Salah satunya dengan berusaha mengajukan perjanjian kerjasama (PKS) dengan Perhutani.
Proses ini akan dikawal langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung.
“Sedang berproses sekarang ini untuk mengajukan PKS. Disamping itu, dokuman analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) beserta dokumen-dokumen lainnya sudah kita cukupi,” jelasnya.
Hari juga berharap agar PKS ini cepat terjalin, sehingga proses relokasi pun dapat didetailkan secepatnya.
“Harapannya bisa secepatnya PKS terjalin, sehingga kita bisa lebih cepat melakukan penataan terhadap PKL itu,” sambung Heri.
Lebih lanjut, Heri menjelaskan relokasi yang akan diterapkan oleh Pemkab terhadap bangunan liar di sepanjang JLS itu juga tidak akan dilakukan begitu saja. Pemkab berjanji akan memperhatikan rencananya itu dari berbagai aspek.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
