Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Januari 2024 | 18.30 WIB

Kerap Jadi Tempat Kumpul Kebo, Kos Mesum di Jombang Digerebek Warga, Ada yang Masih Pakai Seragam SMP

Penggerebekan kos mesum di Jombang berhasil mengamankan sejumlah pasangan bukan suami istri/ sumber : Radar Jombang/Anggi Fridianto - Image

Penggerebekan kos mesum di Jombang berhasil mengamankan sejumlah pasangan bukan suami istri/ sumber : Radar Jombang/Anggi Fridianto

Jawapos.com - Kerap menjadi tempat kumpul kebo pasangan bukan suami istri, kos mesum di Jogoloyo, Sumobito, Jombang jadi target penggerebekan warga.

Penggerebekan tersebut dilakukan pada Senin (15/1/2024) siang di Perumahan Buduran oleh warga, perangkat desa, dan Bhabinkamtibmas.

Dilansir Radar Jombang (Jawapos Grup), sejumlah rumah yang diduga menjadi tempat mesum pun menjadi sasaran razia. Alhasil sebanyak tujuh pasangan mesum berhasil diciduk warga.

Mirisnya, lima dari tujuh pasangan tersebut digerebek saat asyik melakukan hubungan badan. Bahkan, salah satu pasangan adalah anak di bawah umur yang masih mengenakan seragam SMP.

Pasca penggerebekan tersebut, pasangan yang terciduk pun dibawa ke Polres Jombang untuk dilakukan pendataan lebih lanjut.

Warga pun berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa alat kontrasepsi yang diduga digunakan pasangan mesum tersebut.

Sementara para pelaku hanya bisa menundukkan kepala tatkala terjaring razia. Beberapa diantara mereka juga menutup wajah menggunakan pakaian yang dikenakan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Jogoloyo, Moh Toyib menjelaskan, sedikitnya ada tujuh pasangan yang diamankan.

“Kita amankan tujuh pasangan mesum. Tadi saat penggerebekan ada yang kabur. Karena jumlah kami sedikit sehingga kewalahan. Sudah satu bulan ini perumahan ini disewakan untuk esek-esek. Makanya kami gerebek,” terangnya.

Sementara diketahui, penggerebekan bermula dari laporan para warga jika terdapat tempat mesum di dalam Perumahan Buduran yang kerap disewakan untuk pasangan bukan suami istri.

Kabar tersebut pun telah tersebar sejak sebulan lalu di kalangan warga setempat. Dan saat sudah menerima informasi kepastian, akhirnya warga desa dengan didampingi pemdes, dan Bhabinkamtibmas menggelar razia di sejumlah rumah tersebut.

Lebih lanjut, Moh Toyib mengatakan, terdapat lima rumah yang menjadi tempat kumpul kebo, dengan harga sewa per jam nya adalah Rp 30 ribu.

“Mereka mengaku menyewa kamar. Harganya Rp 30 ribu per jam. Dari satu kompleks perumahan tersebut ada lima rumah yang disewakan untuk pasangan kumpul kebo. Enam pasangan yang terjaring kita serahkan ke polisi,” ucapnya.

Sementara berdasar keterangan salah seorang pemuda yang enggan disebutkan namanya, pemesanan kamar dilakukan melalui media sosial facebook.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore