Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Januari 2024 | 06.17 WIB

Eks Wakil Ketua PWNU Jatim Sebut Banyak Kiai Sepuh Pertanyakan Soal Pemberhentian Kiai Marzuki Mustamar

Ilustrasi: NU - Image

Ilustrasi: NU

JawaPos.com–Eks Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) Kiai Abdussalam Shohib menyebut banyak kiai sepuh yang menyayangkan pemberhentian Kiai Marzuki Musatamar sebagai Ketua PWNU Jatim. Pemberhentian itu dilakukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dua hari pasca pemberhentian Kiai Marzuki, dia mengaku mendapat banyak keluhan dari berbagai struktur NU di tingkat cabang Jawa Timur hingga dari luar daerah. 

”Bahkan dari beberapa kiai sepuh yang mempertanyakan pemberhentian ini dan alasannya dan tentu kami tidak bisa menjawab dengan gamblang karena memang alasannya juga tidak jelas,” ujar Gus Salam kepada wartawan. 

”Tapi rata-rata semua pengurus NU di tingkat cabang prihatin dan menyesalkan,” sambung dia.

Penyesalan itu muncul, kata Gus Salam, lantaran kiprah dan kealiman Kiai Marzuki sudah terbukti di kalangan NU. ”Kok kemudian ada pemberhentian yang begitu mendadak dan tanpa alasan yang jelas,” ucap Kiai Abdussalam Shohib.

Paman dari Muhaimin Iskandar itu bahkan menyebut, ada kiai sepuh yang menggambarkan Kiai Marzuki sebagai orang yang lebih alim dibanding dengan Rois Am maupun Ketua Umum PBNU.

”Salah satu kiai sepuh yang dawuh menyampaikan seorang Kiai Marzuki yang begitu alim bahkan jauh lebih alim daripada Rois Am maupun Ketum PBNU kok sampai diberhentikan. Ini ada tanda-tanda apa?” tanya Kiai Abdussalam Shohib.

”Maka saya pribadi menganalisis seakan-akan ini PBNU lebih mengutamakan pejabat dan komisaris dibandingkan dengan kiai,” tandas Gus Salam.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberhentikan KH Marzuki Mustamar dari jabatan ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim). Keputusan tersebut dinyatakan tidak berkaitan dengan isu politik, khususnya pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres).

Pemberhentian KH Marzuki Mustamar tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf. Dalam surat itu tertulis, keputusan ditetapkan di Jakarta pada 16 Desember 2023.

Berbagai interpretasi pun muncul. Termasuk yang menduga terkait dengan pilpres. 

”Kabarnya, ada usul dari Syuriah PWNU Jatim. Dugaan saya, mungkin karena pilpres,” kata KH Abdussalam Shobib, pengasuh Ponpes Denanyar Jombang yang juga mantan wakil ketua PWNU Jatim

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore