
Jembatan Kanal Antang. (Kementerian PUPR)
JawaPos.com - Perjalanan warga Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), kini semakin cepat. Mereka sudah terbantu dengan kehadiran jembatan kanal yang melintang di atas Sungai Puting.
Menariknya pembangunan jembatan yang menelan Rp 66,5 miliar tidak menelan anggaran APBN, APBN, atau adanya kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU). Melainkan dibangun dari dana CSR PT Antang Gunung Meratus (AGM). Sehingga jembatan itu diberi nama jembatan Kanal Antang.
Kini kehadiran jembatan tersebut mempercepat pejalanan warga Jalan Marabahan – Margasari. Di samping itu, sungainya semakin optimal dimanfaatkan mengangkut tambang batu bara.
CSR Superintendent PT AGM Syamsul Bahri mengatakan, sebelum ada jembatan tersebut, dua kabupaten yang berbatasan, yakni Tapin dan Barito Kuala terpisahkan oleh sungai. Perjalanan warga dua kabupaten itu hanya dihubungkan oleh perahu. Untuk menyeberang menggunakan kapal ferry.
"Berkat jembatan Kanal Antang, akses masyarakat Kabupaten Tapin semakin terbuka dan bisa menguhubungkan dua kabupaten," kata Syamsul Bahri.
Syamsul menuturkan, PT AGM terus berkomitmen mendukung ekonomi daerah semakin maju. Langkah nyatanya dibuktikan dengan membangun Jembatan Kanal Antang di Sungai Puting.
Pembangunan jembatan itu pun dilengkapi dengan pelebaran penampang kanal untuk perlintasan kapal angkut batubara. Dengan kehadiran jembatan Kanal Antang, selain mempercepat waktu tempuh masyarakat, juga mendukung aktivitas industri pertambangan menuju terminal batu bara di Kota Banjarmasin, Batu Licin, dan sekitarnya.
Syamsul mengklaim keberadaan jembatan tidak mematikan fungsi sungai sebagai sarana transportasi masyarakat. Keberadaan jembatan Kanal Antang juga akan membantu arus mobilisasi masyarakat jelang momen libur tahun baru.
Sebelumnya, kapasitas kapal Ferry hanya 2 mobil, 1 truk, dan 6 sepeda motor. Sekarang berkat Jembatan Kanal Antang, kendala-kendala tersebut sudah tidak ada lagi, dan antrean semakin cepat.
Jembatan Kanal Antang menjadi bagian jalan nasional dan diresmikan pada 11 Februari 2020. Kini semakin memiliki peran vital bagi kelancaran distribusi produk pertambangan, termasuk batubara milik AGM.
Pada 8 Februari 2020, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ikut meresmikan Jembatan Kanal Antang. Basuki Hadimuljono sangat mengapresiasi pembangunan jembatan itu berasal dari dana CSR.
"Biasanya pembangunan jembatan menggunakan APBN atau KPBU. Program ini patut diapresiasi dan bisa dijadikan model bagi perusahan-perusahaan lain (CSR dalam bentuk infrastuktur). Model seperti ini bisa mempercepat pembangunan prasarana bagi masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian," ujar Basuki.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
