Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Desember 2021 | 13.09 WIB

Sultan HB X Minta Antisipasi Kerumunan saat Libur Akhir Tahun

Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengko Buwono X. Luqman Hakim/Antara - Image

Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengko Buwono X. Luqman Hakim/Antara

JawaPos.com–Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kepala daerah serta pengelola pariwisata di kabupaten dan kota mengantisipasi munculnya kerumunan saat libur akhir tahun.

”Kami mohon diingatkan dengan baik di lapangan seperti sektor pariwisata, hotel, pertokoan, bagaimana agar tetap menjalankan tugas dengan baik. Namun juga menghentikan aktivitas jika kerumunan terjadi,” kata Sultan seperti dilansir dari Antara di Kompleks Kepatihan, Jogjakarta.

Untuk mencegah kerumunan, menurut Sultan, pengelola industri pariwisata dapat melakukan pengaturan dengan menghentikan sementara akses kunjungan saat sudah mencapai batas kuota. ”Saya mohon close, keluar dulu lalu diatur untuk masuk lagi. Pengaturan ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita jaga,” ujar Sultan.

Melalui Rapat Koordinasi Persiapan Natal dan Tahun Baru yang diikuti seluruh Forkopimda dan OPD Jogjakarta,  Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta seluruh jajarannya bekerja keras agar libur akhir tahun tidak memicu lonjakan kasus Covid-19.

”Jangan sampai terjadi yang dikhawatirkan Bapak Presiden, libur Natal dan tahun baru justru menaikkan kasus Covid-19,” ucap Sultan.

Kendati pemerintah pusat membatalkan pemberlakukan PPKM level 3, Raja Keraton Jogjakarta itu meminta warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Penerapan PPKM di Jogjakarta akan menyesuaikan hasil asesmen dari pusat.

”Saya berharap agar masyarakat juga aktif untuk menjalankan protokol kesehatan,” ucap Sultan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jogyakarta memastikan tidak akan mengeluarkan izin untuk penyelenggaraan perayaan malam pergantian tahun. Hal itu sebagai upaya mencegah kerumunan karena bisa meningkatkan potensi penularan Covid-19.

”Meskipun ada beberapa penyesuaian kebijakan PPKM saat perayaan Natal dan tahun baru, namun yang paling penting adalah kami tidak akan mengeluarkan izin untuk pesta akhir tahun. Tidak ada izin pesta kembang api,” kata Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi.

Meskipun demikian, dia menyebut tetap akan memberikan izin untuk kegiatan seni dan budaya. Tapi seluruhnya dilakukan tanpa kehadiran penonton secara langsung di lokasi pertunjukan.

Menurut dia, meskipun dilakukan sejumlah penyesuaian kebijakan PPKM saat libur Natal dan Tahun Baru 2022, inti utamanya adalah pada pembatasan aktivitas. ”Tidak ada penyekatan. Secara nasional juga tidak ada. Tetapi tetap ada pembatasan yang dilakukan,” terang Heroe.

Destinasi wisata di Kota Jogjakarta, masih dapat beroperasi dengan pembatasan secara ketat. Baik jumlah pengunjung dan skrining kesehatan dengan melakukan pemindaian pada QR Code PeduliLindungi.

Kawasan utama yang menjadi tujuan wisata di Kota Jogjakarta, Malioboro, juga tidak akan dilakukan penutupan secara khusus. Namun, diberlakukan kebijakan buka tutup sesuai kondisi di lapangan.

”Jika kondisi sudah terlalu padat, akan dilakukan penutupan dan akan dibuka lagi saat kondisi sudah kembali lancar,” papar Heroe.

Heroe juga meminta pelaku usaha hotel dan restoran untuk menerapkan pembatasan secara ketat dan memastikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi serta menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore