
Wisatawan nampak menikmati keindahan destinasi wisata Cave Tubing Kalisuci, di Pacarejo, Semanu.
JawaPos.com - Musim kemarau yang panjang tahun ini telah memberikan dampak pada destinasi wisata alam, khususnya di Wisata Cave Tubing Gua Kalisuci, Jetis, Pacarejo, Semanu.
Akibatnya, debit air dari destinasi wisata yang terkenal mengandalkan air sebagai wahana utamanya, kini mengalami surut dan penurunan performa karena pengaruh langsung dari kemarau yang berkepanjangan.
Pengelola Wisata Cave Tubing Gua Kalisuci, Muslam Winarto, menyatakan bahwa meskipun air belum sepenuhnya kering, namun debit air mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Hal ini secara tidak langsung telah memengaruhi jumlah pengunjung yang datang ke wisata ini. Meskipun kegiatan wisata tidak ditutup sepenuhnya, penyusutan debit air mencapai satu hingga 1,5 meter.
"Secara umum aktivitas cave tubing tidak masalah, tapi laju pergerakan pelampung ban terganggu. Tidak lancar karena air dangkal," ujarnya sebagaimana dikutip dari Radar Jogja JawaPos.com, Minggu (12/11).
Sehingga, ini menyebabkan lamanya waktu pengunjung untuk menyelesaikan aktivitas cave tubing. Jika biasanya membutuhkan waktu satu jam, kini menjadi 1,5 hingga dua jam. Itu terjadi lantaran aliran air tidak lancar akibat menurunnya debit air.
Baca Juga: Kemarau Ekstrem di Suriah, Irak, dan Iran Makin Sering, Peneliti Sebut Manusia Penyebabnya
Terlepas dari penurunan debit air, jumlah pengunjung tampaknya masih cukup stabil. Meskipun terjadi penurunan, hal ini mungkin disebabkan oleh faktor cuaca dan panas global yang membuat masyarakat lebih malas untuk beraktivitas di luar rumah.
"Setiap hari biasa sekitar 5 sampai 10 pengunjung. Kalau akhir pekan bisa sampai 50-an pengunjung," ucapnya.
Menurutnya, Wisata Cave Tubing Kalisuci telah menerapkan kebijakan pembatasan jumlah kunjungan. Pada musim ramai, jumlah pengunjung dibatasi hingga 250 orang per hari untuk menjaga kelestarian Gua Kalisuci.
"Jadi, di waktu sekarang masih longgar untuk dikunjungi," jelasnya.
Dengan demikian, saat ini masih memungkinkan bagi para wisatawan untuk mengunjungi destinasi ini. Harga tiket masuk untuk warga domestik setempat adalah sekitar Rp 120 ribu per orang, sementara wisatawan mancanegara dikenakan biaya sekitar Rp 200 ribu.
"Menurut saya, jumlah kunjungan pada musim kemarau panjang tahun ini normal-normal saja," ungkapnya.
Sementara itu, Pengurus Operator Dewabejo Gua Pindul, Bejiharjo, Karangmojo Arif Sulistyo mengatakan, tampaknya objek wisata gua dengan media air ini tidak terpengaruh oleh musim kemarau.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
