Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 November 2018 | 03.12 WIB

Hasil Otopsi Keluar, Dullah Tewas dengan Luka Robek 10 cm di Leher

Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbada. - Image

Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbada.

JawaPos.com- Hasil otopsi Karim Mullah alias Dullah sudah keluar. Duda yang tewas usai dirampok di toko sekaligus rumahnya di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang menderita sejumlah luka.


Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda menjelaskan, ada luka robek sepanjang 10 cm di belakang leher korban. Kemudian ditemukan dua luka tusuk. Yakni di leher sebelah kiri dan kepala bagian atas. "Kedalaman lukanya 3,5 cm,” jelas Adrian di ruang kerjanya, Selasa (6/11).


Adrian melanjutkan, korban meninggal dunia karena pendarahan parah pada leher. Pelaku diduga menebas leher korban secara membabibuta.


Hasil otopsi itu juga sesuai dengan foto Dullah yang sempat dilihat JawaPos.com. Foto itu ditunjukkan oleh Babinsa Desa Kendalpayak, Serma Lutfi.


Pada foto itu erlihat jelas darah membasahi kepalanya Dullah. Demikian juga dengan tubuhnya. Sweter merah dan celana yang dipakainya penuh noda darah. "Ya diperkirakan begitu (lehernya ditebas)," terang Adrian.


Perwira polisi dengan tiga balok di pundak itu memperkirakan Dullah dihabisi dengan benda runcing. Bisa parang, bisa juga pisau. "Saya nggak bisa memastikan, tapi sepertinya (bisa juga) dari obeng," katanya.


Laki-laki berkacamata itu menambahkan, korban diperkirakan sempat memberontak dan melawan ketika diserang oleh pelaku. Dullah juga sempat berteriak minta tolong.


Dullah yang sudah menduda sejak 1995 itu dibunuh oleh pelaku ketika sedang tidur. Dugaan awal, korban diseret dari toko miliknya yang berada di depan rumah sekitar 8 meter. Baru setelah itu dia dibunuh secara keji.


Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, Dullah ditemukan tidak bernyawa di rumah dan toko miliknya Jumat dini hari (2/11). Dia diduga kuat dirampok sebelum dihabisi. Indikasi itu muncul setelah motor Honda Vario miliknya raib.


Korps Bhayangkara menduga pelaku lebih dari satu orang. Kendati demikian, mereka harus bekerja ekstra keras untuk menuntaskan teka-teki siapa eksekutor pembunuhan tersebut. Sebab pelakunya begitu licik. Dia diduga memakai sarung tangan sehingga sama sekali tidak meninggalkan jejak sidik jari di TKP.


Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore