Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 April 2019 | 21.54 WIB

Tim Labfor Kirim Sampel Barang Bukti ke Surabaya

Labfor mabes polri cabang surabaya melakukan olah tkp pasar lawang. Fisca Tanjung - Image

Labfor mabes polri cabang surabaya melakukan olah tkp pasar lawang. Fisca Tanjung

JawaPos.com - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya telah melakukan identifikasi awal guna mencari tahu penyebab kebakaran Pasar Lawang, Jumat (19/4). Dengan menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI), mereka membawa beberapa sampel barang bukti sisa kebakaran.

Kepala Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya Kombespol Koesnadi menjelaskan, pihaknya melakukan SCI secara menyeluruh dan komprehensif di titik pertama saat api muncul. "Dari tingkat kerusakan itu, kami bisa menentukan lokasi api pertama penyebab kebakaran," ujarnya kepada awak media usai melakukan pemeriksaan.

Dari pemeriksaan di lokasi tersebut, tim labfor akan  mengembangkan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan 559 kios tersebut. Beberapa sampel barang yang dipungut di lokasi kebakaran dibawa ke Surabaya. "Dari barang bukti di LAPK (Lokasi Api Pertama Kebakaran, Red), kami bawa ke labfor cabang Surabaya Polda Jatim. Nanti kami dalami barang bukti itu," terangnya.

Beberapa benda yang akan diuji lab adalah kompor listrik, trafo lampu penerangan, setrika listrik, serta abu sisa kebakaran. Tim labfor masih perlu menguji, apakah barang-barang yang dibawa itu menjadi penyebab kebakaran atau bukan.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com, tim labfor datang sekitar pukul 10.00 WIB. Tim yang berjumlah sekitar 6 orang tersebut kemudian menyisir lantai 2 Pasar Lawang. Selanjutnya mereka turun ke lantai 1, tepatnya di kios-kios usaha konveksi. Lalu menuju ke lokasi dugaan titik api awal, yakni di salah satu lapak penjahit.

Tim labfor kemudian mencoba merekonstruksi kebakaran dengan mengembalikan beberapa barang yang diperkirakan milik lapak tersebut. Dalam proses tersebut, beberapa nomor diletakkan sebagai identifikasi olah TKP.

Koesnadi mengatakan, kuat dugaan api pertama kali muncul di lapak penjahit tersebut. Dasar dugaan itu adalah tingkat kerusakan yang jauh lebih parah dibanding dengan lokasi lain di sekitarnya. "Pertimbangan lantai 1 jadi titik awal pemeriksaan karena tingkat kerusakan paling parah. Di situ telah mengalami proses pemanasan paling lama," lanjut perwira polisi dengan tiga melati di pundak tersebut.

Hingga saat ini, pihaknya masih belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran tersebut. Pasalnya, masih harus menunggu hasil penyelidikan barang bukti. "Hasilnya setelah (laporan) penyidik saya terima lengkap. Mungkin 2 minggu setelah itu," sambungnya.

Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, kebakaran melanda Pasar Lawang pada Rabu malam (17/4), sekitar pukul 20.30 WIB. Si jago merah melahap lantai dua bangunan pasar yang terletak di Jalan Dr Wahidin, Lawang, Kabupaten Malang tersebut. 559 kios ludes. Kerugian ditaksir mencapai Rp 10 miliar.

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore