Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 April 2019 | 00.01 WIB

Kawasan Laut di Batam Tercemar Limbah Minyak

Limbah minyak yang ada di salah satu kawasan resort di Batam. (Istimewa) - Image

Limbah minyak yang ada di salah satu kawasan resort di Batam. (Istimewa)

JawaPos.com - Sejumlah kawasan perairan di Kota Batam tercemar limbah minyak. Limbah minyak berwarna hitam ini sudah terlihat di beberapa pantai di Kecamatan Nongsa, Batam sejak Selasa (9/4) kemarin.

Kondisi ini, telah mempengaruhi ekosistem laut Batam yang semula bersih, mulai berubah berminyak dan kecoklat-coklatan. Seperti yang terlihat di beberapa kawasan resort di Batam. Dimana bagian pantainya telah banyak dipenuhi oleh limbah minyak tersebut.

"Sejak kemarin sekitar pukul empat sudah ada nampak. Hari ini lebih banyak lagi," kata Ahmad, Pengelola Turi Beach Resort, Batam, Rabu (10/4).

Ahmad melanjutkan, saat ini pihaknya telah membersihkan sekitar 165 karung limbah minyak dari kawasan resort ini. Jumlah itu diakuinya, masih akan bertambah. Karena memang setiap air pasang, limbah ini akan terdampar di perairan bagian timur Batam ini.

Limpahan limbah ini, diakui Ahmad memang menjadi fenomena tahunan di Batam. Meskipun demikian, belum ada solusi yang paling tidak bisa mengurangi pencemaran yang terjadi. Koordinasi pihaknya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

Photo

Limbah minyak yang ada di salah satu kawasan resort di Batam. (Istimewa)

Sejauh ini, hanya pada proses pembersihan dan pengecekan jenis minyak yang ada di kawasan tersebut. Sementara untuk proses pencegahan itu sendiri memang masih agak sulit. Karena memang sampai sekarang limbah minyak ini tetap ada.

"Tahun 2018 lalu, kita bersihkan sampai ada lebih dari 1.000 karung. Bulan-bulan ini memang jadi masa hadirnya limbah ini," kata Ahmad lagi.

Lebih jauh, Ahmad menuturkan, kondisi ini cukup mempengaruhi kunjungan wisatawan yang ingin berlibur ke Batam. Khususnya di resort-resort di kawasan ini.

Komplain dari wisatawan akan kondisi laut yang tercemar ini, lanjut Ahmad, menjadi hal biasa ketika kondisi ini terjadi. Tidak hanya itu, bahkan ada wisatawan yang sampai membatalkan agenda liburan mereka karena pencemaran yang terjadi.

Sementara itu, Staf Dirjen Tata Ruang Laut Kantor Wilayah (Kanwil) Kepri, Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP), Rika menjelaskan, kondisi ini tidak hanya terjadi di Batam. Pencemaran serupa juga terjadi di wilayah lain di Kepri, seperti di beberapa kawasan di Kabupaten Bintan.

Saat ini, ia dan tim gabungan yang sudah dibentuk untuk mengatasi persoalan pencemaran ini, sudah melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan. Sejauh ini, pencemaran yang terjadi belum menimbulkan efek karena masih baru. Akan tetapi hal tersebut akan segera mencemari kawasan perairan ketika limbah minyak ini mengendap dan melekat di kawasan dimana ia terdampar.

Kondisi ini, lanjutnya, juga sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup biota laut yang ada di wilayah Kepri, meskipun sampai saat ini belum ada hewan yang terdampar. "Tahun lalu ada bangkai ikan Duyung yang terdampar karena pencemaran. Ini sangat kita sayangkan. Kita akan terus awasi pencemaran ini," kata Rika menjelaskan.

Sementara untuk pengawasan sendiri, Rika menerangkan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya dengan TNI-AL untuk melakukan patroli dan menangkap kapal-kapal yang diduga membuang limbah yang berdampak pada ekosistem laut di Kepri.

Photo

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore