
Dansat Brimob Polda Sultra meminta maaf kepada Yudahusna (Istimewa)
JawaPos.com - Kasus perusakan rumah warga oleh oknum dari kesatuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara mengundang kecaman. Adalah Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane yang menilai itu bentuk arogansi aparat penegak hukum.
"Aksi perusakan rumah Nenek Yudahusna yang dilakukan anggota Brimob itu adalah bentuk arogansi dan premanisme yang luar biasa, yang dilakukan aparatur keamanan negara menjelang Pilpres 2019," kata dia kepada JawaPos.com, Senin (8/4).
Apa pun alasannya, menurut Neta aksi ini tidak bisa ditolerir. Sebab amukan sejumlah anggota Brimob itu tidak hanya membuat Nenek Yudahusa dan cucunya ketakutan, tapi menjadi teror bagi warga sekitar maupun warga Kendari.
"Aksi itu menunjukkan bahwa anggota Brimob ini tidak terkendali dan tidak bisa mengendalikan diri," tegasnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, jelang Pilpes 2019, Polri selalu mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Nyatanya, justru Polri sendiri yang tidak bisa mengendalikan anggotanya, hingga oknum Brimob mengamuk dan merusak rumah Nenek Yudahusa.
Karenanya, IPW mendesak anggota Brimob itu harus segera ditindak tegas. Kasat Brimob Polda Sultra dan Kapolda Sultra kata Neta harus segera dicopot dari jabatannya.
"Sebab amuk puluhan Brimob itu nyata-nyata menunjukkan bahwa Kasat Brimob maupun Kapolda Sultra tidak punya wibawa dan tidak bisa mengendalikan anak buahnya, hingga anggota Brimob itu tanpa rasa salah nekat mengamuk membuat ketakutan masyarakat menjelang Pilpres 2019," sebutnya.
Jika tindakan tegas tidak segera dilakukan Mabes Polri, dikhawatirkan kasus Kendari ini katanya akan menjadi preseden buruk. Akan muncul berbagai ulah oknum aparatur keamanan yang justru mengganggu keamanan masyarakat menjelang Pilpres 2019. "Sementara kapoldanya tidak punya wibawa dan tidak mampu mengendalikan ulah anak buahnya," tegas Neta.
Sekadar informasi, perusakan rumah warga ini terjadi pada Minggu (7/4) dini hari. Saat itu Nenek Yudahusna tengah tertidur pulas bersama delapan cucunya. Mereka terbangun karena rumahnya diserang dan diobrak-abrik puluhan anggota Brimob yang menuduh pelaku pemukulan terhadap temannya bersembunyi di rumah korban.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
