Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 April 2019 | 19.16 WIB

Bentuk Arogansi, IPW Desak Kapolda Sultra Dicopot

Dansat Brimob Polda Sultra meminta maaf kepada Yudahusna (Istimewa) - Image

Dansat Brimob Polda Sultra meminta maaf kepada Yudahusna (Istimewa)

JawaPos.com - Kasus perusakan rumah warga oleh oknum dari kesatuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara mengundang kecaman. Adalah Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane yang menilai itu bentuk arogansi aparat penegak hukum.

"Aksi perusakan rumah Nenek Yudahusna yang dilakukan anggota Brimob itu adalah bentuk arogansi dan premanisme yang luar biasa, yang dilakukan aparatur keamanan negara menjelang Pilpres 2019," kata dia kepada JawaPos.com, Senin (8/4).

Apa pun alasannya, menurut Neta aksi ini tidak bisa ditolerir. Sebab amukan sejumlah anggota Brimob itu tidak hanya membuat Nenek Yudahusa dan cucunya ketakutan, tapi menjadi teror bagi warga sekitar maupun warga Kendari.

"Aksi itu menunjukkan bahwa anggota Brimob ini tidak terkendali dan tidak bisa mengendalikan diri," tegasnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, jelang Pilpes 2019, Polri selalu mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Nyatanya, justru Polri sendiri yang tidak bisa mengendalikan anggotanya, hingga oknum Brimob mengamuk dan merusak rumah Nenek Yudahusa.

Karenanya, IPW mendesak anggota Brimob itu harus segera ditindak tegas. Kasat Brimob Polda Sultra dan Kapolda Sultra kata Neta harus segera dicopot dari jabatannya.

"Sebab amuk puluhan Brimob itu nyata-nyata menunjukkan bahwa Kasat Brimob maupun Kapolda Sultra tidak punya wibawa dan tidak bisa mengendalikan anak buahnya, hingga anggota Brimob itu tanpa rasa salah nekat mengamuk membuat ketakutan masyarakat menjelang Pilpres 2019," sebutnya.

Jika tindakan tegas tidak segera dilakukan Mabes Polri, dikhawatirkan kasus Kendari ini katanya akan menjadi preseden buruk. Akan muncul berbagai ulah oknum aparatur keamanan yang justru mengganggu keamanan masyarakat menjelang Pilpres 2019. "Sementara kapoldanya tidak punya wibawa dan tidak mampu mengendalikan ulah anak buahnya," tegas Neta.

Sekadar informasi, perusakan rumah warga ini terjadi pada Minggu (7/4) dini hari. Saat itu Nenek Yudahusna tengah tertidur pulas bersama delapan cucunya. Mereka terbangun karena rumahnya diserang dan diobrak-abrik puluhan anggota Brimob yang menuduh pelaku pemukulan terhadap temannya bersembunyi di rumah korban.

Editor: Erna Martiyanti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore