
Ilustrasi
JawaPos.com- Keheningan pagi di Desa Jambu, Kayen Kidul, Kediri mendadak pecah. Senin (7/11) sekitar pukul 09.00, Edi Sumanto, 44, ditemukan tewas. Kondisinya tergantung di dahan pohon mangga depan rumahnya. Diduga, pria tersebut nekat mengakhiri hidup karena frustrasi setelah di-PHK dari tempat kerjanya.
Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Kapolsek Pagu AKP Setyo Budi melalui Kasihumas Aiptu Hery K. menyatakan, peristiwa itu diketahui kali pertama oleh ibu kandung korban. Pulang dari sawah, Sumiatun, 70, yang tinggal serumah dengan Edi terkejut ketika melihat anaknya tergantung di dahan pohon di depan rumah. ”Melihat itu, ibu korban langsung berteriak histeris,” ujar Hery.
Teriakan tersebut lalu didengar istri Edi, Endang, 40, yang kebetulan saat itu berada di dapur. ”Mendengar teriakan ibunya, istri korban langsung berlari ke lokasi kejadian,” imbuhnya.
Namun, saat dicek napasnya, Edi sudah tidak bernyawa. Saat itu keluarga melapor kepada kepala dusun setempat, yaitu Sisyanto, 40. ”Laporan itu kemudian diteruskan ke pihak kami,” kata Hery.
Petugas Polsek Pagu pun langsung datang ke lokasi kejadian. Sebelumnya, petugas juga berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Kediri.
Sekitar 15 menit kemudian, petugas Polsek Pagu tiba di TKP disusul Tim Identifikasi Polres Kediri 30 menit berselang. ”Bersama warga, kami langsung menurunkan tubuh korban,” ungkap Hery. Caranya, dengan memotong tali tambang plastik biru yang menjerat leher Edi.
Bersama Tim Dokter Puskesmas Kecamatan Kayen Kidul, petugas melakukan visum luar. Setelah diperiksa selama setengah jam, dipastikan, tidak ada luka bekas penganiayaan di tubuh Edi. ”Kami memastikan bahwa korban tewas karena gantung diri,” ujarnya. Hal itu terlihat dari bekas luka jeratan tali di leher Edi. Selain itu, lidah Edi terjulur dan kemaluannya mengeluarkan mani.
Dari keterangan Endang, Edi diduga mengalami depresi. ”Bahkan, korban sudah tiga kali mencoba melakukan gantung diri, tapi selalu tepergok dan gagal,” imbuh Hery.
Edi diduga frustasi lantaran menganggur. Beberapa bulan sebelumnya, dia di-PHK dari salah satu pabrik pembuat makanan ringan di Desa Bangsongan, Kayen Kidul. Selain itu, Edi diduga patah arang lantaran memiliki masalah keluarga. ”Anak korban ini termasuk nakal dan pernah berurusan dengan pihak kami (polisi, Red),” ujarnya. (C2/c5/end)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
