Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 November 2016 | 19.39 WIB

Kena PHK, Pria Asal Kediri Ini Nekat Gantung Diri

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com- Keheningan pagi di Desa Jambu, Kayen Kidul, Kediri mendadak pecah. Senin (7/11) sekitar pukul 09.00, Edi Sumanto, 44, ditemukan tewas. Kondisinya tergantung di dahan pohon mangga depan rumahnya. Diduga, pria tersebut nekat mengakhiri hidup karena frustrasi setelah di-PHK dari tempat kerjanya.



Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Kapolsek Pagu AKP Setyo Budi melalui Kasihumas Aiptu Hery K. menyatakan, peristiwa itu diketahui kali pertama oleh ibu kandung korban. Pulang dari sawah, Sumiatun, 70, yang tinggal serumah dengan Edi terkejut ketika melihat anaknya tergantung di dahan pohon di depan rumah. ”Melihat itu, ibu korban langsung berteriak histeris,” ujar Hery.



Teriakan tersebut lalu didengar istri Edi, Endang, 40, yang kebetulan saat itu berada di dapur. ”Mendengar teriakan ibunya, istri korban langsung berlari ke lokasi kejadian,” imbuhnya.



Namun, saat dicek napasnya, Edi sudah tidak bernyawa. Saat itu keluarga melapor kepada kepala dusun setempat, yaitu Sisyanto, 40. ”Laporan itu kemudian diteruskan ke pihak kami,” kata Hery.



Petugas Polsek Pagu pun langsung datang ke lokasi kejadian. Sebelumnya, petugas juga berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Kediri.



Sekitar 15 menit kemudian, petugas Polsek Pagu tiba di TKP disusul Tim Identifikasi Polres Kediri 30 menit berselang. ”Bersama warga, kami langsung menurunkan tubuh korban,” ungkap Hery. Caranya, dengan memotong tali tambang plastik biru yang menjerat leher Edi.



Bersama Tim Dokter Puskesmas Kecamatan Kayen Kidul, petugas melakukan visum luar. Setelah diperiksa selama setengah jam, dipastikan, tidak ada luka bekas penganiayaan di tubuh Edi. ”Kami memastikan bahwa korban tewas karena gantung diri,” ujarnya. Hal itu terlihat dari bekas luka jeratan tali di leher Edi. Selain itu, lidah Edi terjulur dan kemaluannya mengeluarkan mani.



Dari keterangan Endang, Edi diduga mengalami depresi. ”Bahkan, korban sudah tiga kali mencoba melakukan gantung diri, tapi selalu tepergok dan gagal,” imbuh Hery.



Edi diduga frustasi lantaran menganggur. Beberapa bulan sebelumnya, dia di-PHK dari salah satu pabrik pembuat makanan ringan di Desa Bangsongan, Kayen Kidul. Selain itu, Edi diduga patah arang lantaran memiliki masalah keluarga. ”Anak korban ini termasuk nakal dan pernah berurusan dengan pihak kami (polisi, Red),” ujarnya. (C2/c5/end)





Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore