
ilustrasi
JawaPos.com- Saidi (750, warga Jalan Warga RT01 RW04 Tasikmadu, ini nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon. Di lehernya terikat kain warna hitam. “Hasil penyelidikan sementara memang tidak ditemukan adanya bekas mencurigakan, namun untuk kepastiannya kita menunggu hasil visum et repertum (VER) tim forensic RSSA Malang,’’ terang Kapolsekta Lowokwaru Kompol Supriyono kemarin.
Mayat Saidi sendiri kali pertama diketahui oleh Subhan, salah satu warga. Siang itu Subhan berniat mencari rumput di area pemakaman Tasikmadu. Tapi begitu, Subhan kaget melihat benda menggantung di kejauhan. Sehingga dia langsung mendekat. Saat mendekat itulah, Subhan kaget dan merasa shok, karena benda menggantung tersebut adalah Saidi.
Karena takut, Subhan memilih berlari untuk memberitahu warga. Hasilnya, satu persatu warga pun berbondong-bondong ke TKP. Tapi begitu, tidak satupun warga berani menurunkan tubuh Saidi. Baru setelah anggota Polsekta Lowokwaru datang, Saidi pun diturunkan. “Saat diturunkan anggota, kondisinya sudah tidak bernyawa,’’ kata Kapolsekta.
Saat itu, sekujur tubuh Saidi pun diperiksa. Saat digeledah, petugas tidak sekadar menemukan tas berisi identitas korban, tapi juga surat-surat penting diantarannya juga ditemukan pajak rumah.
Sementara itu informasi lain menyebutkan, jika Saidi memilih mengakhiri hidup karena tertekan setelah ditinggal mati istrinya beberapa bulan lalu. Terlebih, dia juga tidak memiliki rumah untuk ditinggali. “Katanya rumahnya ada masalah, jadi dia tidak tinggal lagi di rumahnya,’’ kata salah satu warga.
Sejauh ini menurut warga, Saidi tinggal berpindah-pindah. Awalnya setelah ditinggal mati istrinya, Saidi tinggal dengan anaknya Ngatimin. Tapi karena tidak betah, dia tinggal di rumah Sukar, yang merupakan mertua cucunya.
“Pertama tinggal beberapa minggu, kemudian pergi katanya ngontrak. Tapi tiga hari lalu dia kembali ke rumah bu Sukar, dan tinggal di sana,’’ kata Siswanto salah satu cucu Saidi.
Tiga hari tinggal di rumah Sukar, Saidi sama sekali tidak terlihat tertekan. Alias semuanya baik-baik saja. Bahkan pagi kemarin Siswanto juga sempat bertemu dan menyapa Saidi yang duduk di depan rumah. “Makanya itu saya kaget mendengar informasi jika pak Saidi ini bubuh diri, karena selama ini dia tidak pernah ada masalah,’’ urai Siswanto.(ira/wwn/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
