Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 November 2015 | 16.11 WIB

Polisi Lacak Aktifitas Telepon Pengancam Wartawan

Aktivis melakukan teatrikal saat menggelar Aksi Solidaritas untuk Salim Kancil dan Tosan di depan Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu. - Image

Aktivis melakukan teatrikal saat menggelar Aksi Solidaritas untuk Salim Kancil dan Tosan di depan Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jawapos.com - Polisi di Polda Jawa Timur telah mengamankan satu pelaku diduga sebagai pengancam para jurnalis yang bertugas meliput aksi tambang liar di Lumajang, Jawa Timur. Namun pelaku ternyata telah menghapus pesan ancaman yang dikirimkannya.



Polisi pun tidak begitu saja menyerah. Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjen Pol Agus Rianto mengatakan, Polda Jatim akan bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk melacak aktififas telepon genggam pengancam.



"Karena di Pusalabfor ada alat bernama Call data tecord yang bisa melacak aktifitas telepon, dari situ bisa ketahuan bukti ancamannya," kata Agus dikonfirmasi, Kamis (12/11).



Polisi sendiri sempat melepaskan pelaku karena minimnya bukti. Selain pelaku yang tidak mengaku, pesan ancaman juga sudah dihapus oleh pelaku.



Namun karena mengkhawatirkan akhirnya polisi kembali menahan salah satu warga yang pro terhadap pertambangan liar yang berujung polemik berkepanjangan itu.



"Saat ini proses terus berjalan, pelaku masih diamankan. Tidak menutup kemungkinan pelaku tidak hanya seorang," sambung jenderal bintang satu ini.



Diberitakan sebelumnya, Mabes Polri yakin penyidik Polda Jawa Timur tetap akan memproses kasus. Anton pun mengimbau kepada para jurnalis untuk tidak takut menjalankan aktivitas jurnalistiknya.



"Kalau ada (wartawan) yang diancam, lapor saja kepada Polri, maka Polri akan membackup bahkan mengamankan. Tidak usah takut," ucap jenderal bintang satu ini.



Saat ditanya siapa inisial terduga pelaku yang diamankan, Anton enggan menyebutkan karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.



Sebelumnya, beberapa hari terakhir, polisi menempatkan personelnya di rumah Ahmad Arif, wartawan JTV yang mendapat teror ancaman pembunuhan oleh orang tidak dikenal. Ancaman serupa juga diterima Abdul Rahman dari Kompas TV dan Wawan Sugiharto dari TV One. (elf/JPG)

Editor: afni
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore