
Para pengemis duduk di depan Kelenteng Xian Ma, Makassar, berharap rezeki dari pengunjung yang selesai melaksanakan ibadah.
JawaPos.com- Puncak perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Xian Ma, Jalan Sulawesi, Kota Makassar, diwarnai pemandangan berbeda. Tepat di depan pintu utama kelenteng, berjejer antrean pengemis yang mengharapkan sedekah dari warga Tionghoa yang baru saja melaksanakan ibadah.
Mereka mulai memadati salah satu kelenteng tertua di Makassar itu sejak pukul 06.00 WITA., Selasa (5/2). Datang dari berbagai lokasi di sekitaran Kota Makassar, mereka menggantungkan asa untuk mendapat rezeki saat Imlek.
"Iya, pasti ada-ada saja yang didapat. Kadang juga tidak. Berapa saja (uang) yang kami dapat, pasti disyukuri," tutur salah seorang pengemis di depan Kelenteng Xian Ma, Sumriah.
Di Jalan Sulawesi, terdapat sejumlah kelenteng yang biasanya dipadati warga Tinghoa Makassar saat Imlek. Di Xian Ma, mereka sudah beribadah sejak Senin malam (4/2).
Sejak pelaksanaan ibadah dimulai, para pengemis juga sudah berdatangan mencari tempat untuk mengais rejeki. Kondisi ini sudah berlangsung setiap tahun. Setiap perayaan Imlek, pengemis berbondong-bondong datang ke Kelenteng Xian Ma.
"Di sini (Xian Ma) kan ramai. Ramai juga (kelenteng) yang lain, tapi tidak ramai kayak di sini. Paling tidak ada yang bisa dipakai untuk beli beras, berapa pun," tambah Sumriah.
Beralaskan kardus bekas seadanya, timba, hingga kaleng-kaleng tempat mengumpulkan uang, mereka berjejer di sisi-sisi pintu utama kelenteng. Mereka menengadahkan tangan, memelas iba para penderma yang baru saja melaksanakan ibadah.
Aktifitas ini biasanya berakhir bertepatan dengan ditutupnya pintu kelenteng. Jika seluruh umat selesai beribadah, mereka juga membubarkan diri. "Kalau ada didapat, seadanya disyukuri saja. Apalagi tidak setiap hari datang ke sini," ungapknya.
Salah satu petugas pengamanan Kelenteng Xian Ma, Rudi mengatakan, pihaknya tak terlalu mempersoalkan aktivitas pengemis yang mencari rezeki di depan pintu masuk. Selama ibadah tidak terganggu, para pengemis diizinkan untuk mengais rezeki.
"Tidak apa-apa. Yang penting mereka tidak sampai ribut-ribut. Tidak ganggu aktivitas orang ibadah di dalam," ungkap Rudi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
