
Wapres JK didampingi sejumlah pejabat saat meninjau Bendungan Bili-bili, Gowa, beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Banjir bandang sempat melanda Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menyusul pembukaan pintu air Waduk Bili-bili. Hal itu lantas memunculkan kekhawatiran bahwa konstruksi bangunan Waduk Bili-bili bermasalah.
Namun, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Teuku Iskandar menepis kekhawatiran tersebut. "Konstruksi Bendungan Bili-bili dalam kondisi aman. Tidak ada yang perlu di khawatirkan," tegas Iskandar kepada wartawan di Makassar, Jumat (1/2).
Iskandar mengimbau masyarakat tetap tenang. Banjir yang melanda Sulsel baru-baru ini dipastikan tidak akan mempengaruhi konstruksi bendungan. Iskandar juga optimistis Bendungan Bili-bili bisa bertahan hingga 100 tahun lebih. "Jadi saya harap masyarakat tidak usah takut bendungan jebol," ujar Iskandar.
Pembukaan pintu air bendungan saat itu lanjut sudah menjadi standar operasional prosedur (SOP). Jika elevasi tinggi mata air (TMA) berada di atas 99.50 meter, pintu air wajib dibuka.
"Itu sudah SOP, harus ada pola operasionalnya. Bukan bendungan kalau tidak dibuka. Pembukaan itu tidak boleh terlambat. Sehingga petugas harus berkerja 24 jam," jelas Iskandar.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) sebelumnya memberikan perhatian khusus terkait dampak bencana akibat dibukanya pintu air. Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menginstruksikan agar pihak balai intens melakukan simulasi Flood Warning bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Bendungan Bili-bili. Khususnya warga Kecamatan Parangloe yang terdekat dengan bendungan.
"Pemberitahuan dengan sirene bersuara sangat nyaring yang mengindikasikan terdapat masalah pada struktur bendungan. Saat Flood Warning diaktifkan, warga yang mendengar suara sirene segera berusaha menyelamatkan diri ke titik kumpul di daerah dataran tinggi. Paling lambat 30 menit sejak suara sirene dibunyikan," kata Sudirman sebelumnya.
Iskandar merespons positif instruksi tersebut. Pihaknya bakal menyusun master plan upaya mitigasi berupa simulasi rutin dampak banjir dan simulasi bendungan jebol. Upaya tersebut sebagai bentuk edukasi masyarakat menghadapi bencana.
"Upaya kesiapsiagaan untuk mencegah kepanikan warga akan melibatkan multipihak. BBSWPJ sebagai leading sektor akan berusaha melibatkan SAR, TNI-Polri, pemkab, pemprov, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan dan Desa, sampai RT-RW hingga masyarakat," pungkas Iskandar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
