
Korban sedang dirawat di rumah sakit.
JawaPos.com--MA, warga Gang 9, Jalan AM Sangaji, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kaltim membacok tetangganya, Muhammad berkali-kali. Tak tanggung-tanggung, MA menggunakan dua bilah parang sekaligus untuk melancarkan aksi beringasnya itu.
Akibatnya, Muhammad mandi darah dan nyaris tewas. Menurut keterangan yang diperoleh Kaltim Post (Jawa Pos Grup), pelaku dan korban adalah tetangga dekat. Rumah MA hanya berjarak 10 meter dari rumah Muhammad.
Kala itu, Jumat (25/9), korban sedang jalan-jalan bersama anaknya menuju arah pulang. Ketika hampir sampai ke rumah, tiba-tiba MA berteriak-teriak sambil mengejarnya.
Di tangannya telah terhunus dua bilah parang. Belum sempat lari, Muhammad langsung ditebasnya. Korban coba menangkis serangan itu menggunakan tangan kiri.
Namun, apalah artinya tangan kosong jika beradu dengan parang. Sadar akan bahaya, Muhammad langsung lari menyelamatkan diri ke dalam rumah. MA terus mengejarnya, dan bahkan ikut masuk.
Di depan kamar korban, pelaku kembali mengayunkan kedua parang tersebut. Korban lagi-lagi berusaha menangkis menggunakan tangan kanan.
Bacokan demi bacokan terus diayunkan MA sehingga mengenai kepala Muhammad. Korban pun akhirnya roboh. Darah mengucur deras dari luka-lukanya.
Sementara itu, warga sekitar takut melerai lantaran pelaku membawa dua parang. Setelah puas menganiaya, MA langsung kabur. Di depan gang, ia dijemput rekannya dan pergi melarikan diri. Warga berupaya memburunya, tetapi MA sudah tak lagi terkejar.
Rohadi (39), saudara korban menerangkan, saat kejadian, ia dikejutkan oleh suara teriakan Muhammad. Ia lalu mencari tahu penyebabnya. Betapa kagetnya ia ketika melihat saudaranya itu sudah terbaring berlumuran darah di dalam rumah.
Rohadi lantas membawa Muhammad ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Waktu ditanya mengenai permasalahan antara MA dan Muhammad, Rohadi mengaku tidak tahu.
"Setahu saya, dia (korban) tak pernah punya masalah sama orang lain," ungkapnya seperti dilansir Kaltim Post, Sabtu (26/9). Kasus ini kemudian dilaporkan oleh keluarga korban ke Polsekta Samarinda Utara.
Saat dikonfirmasi, Kapolsekta Samarinda Utara, AKP Erick Budi Santoso menyebutkan, saat ini pihaknya masih mengejar pelaku. "Anggota sudah disebar," jelas Erick.
Ia juga mengaku belum tahu akar persoalan kasus ini karena korban belum dimintai keterangan. Polisi masih menunggu kondisi korban membaik. (*/dra/er/k8/jpg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
