Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 September 2015 | 16.40 WIB

Sadis, Tetangga Ditebas Pakai 2 Parang Sekaligus

Korban sedang dirawat di rumah sakit. - Image

Korban sedang dirawat di rumah sakit.

JawaPos.com--MA, warga Gang 9, Jalan AM Sangaji, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kaltim membacok tetangganya, Muhammad berkali-kali. Tak tanggung-tanggung, MA menggunakan dua bilah parang sekaligus untuk melancarkan aksi beringasnya itu. 





Akibatnya, Muhammad mandi darah dan nyaris tewas. Menurut keterangan yang diperoleh Kaltim Post (Jawa Pos Grup), pelaku dan korban adalah tetangga dekat. Rumah MA hanya berjarak 10 meter dari rumah Muhammad.



Kala itu, Jumat (25/9), korban sedang jalan-jalan bersama anaknya menuju arah pulang. Ketika hampir sampai ke rumah, tiba-tiba MA berteriak-teriak sambil mengejarnya. 



Di tangannya telah terhunus dua bilah parang. Belum sempat lari, Muhammad langsung ditebasnya. Korban coba menangkis serangan itu menggunakan tangan kiri. 



Namun, apalah artinya tangan kosong jika beradu dengan parang. Sadar akan bahaya, Muhammad langsung lari menyelamatkan diri ke dalam rumah. MA terus mengejarnya, dan bahkan ikut masuk. 



Di depan kamar korban, pelaku kembali mengayunkan kedua parang tersebut. Korban lagi-lagi berusaha menangkis menggunakan tangan kanan. 



Bacokan demi bacokan terus diayunkan MA sehingga mengenai kepala Muhammad.  Korban pun akhirnya roboh. Darah mengucur deras dari luka-lukanya.



Sementara itu, warga sekitar takut melerai lantaran pelaku membawa dua parang. Setelah puas menganiaya, MA langsung kabur. Di depan gang, ia dijemput rekannya dan pergi melarikan diri. Warga berupaya memburunya, tetapi MA sudah tak lagi terkejar. 



Rohadi (39), saudara korban menerangkan, saat kejadian, ia dikejutkan oleh suara teriakan Muhammad. Ia lalu mencari tahu penyebabnya. Betapa kagetnya ia ketika melihat saudaranya itu sudah terbaring berlumuran darah di dalam rumah. 



Rohadi lantas membawa Muhammad ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Waktu ditanya mengenai permasalahan antara MA dan Muhammad, Rohadi mengaku tidak tahu. 



"Setahu saya, dia (korban) tak pernah punya masalah sama orang lain," ungkapnya seperti dilansir Kaltim Post, Sabtu (26/9). Kasus ini kemudian dilaporkan oleh keluarga korban ke Polsekta Samarinda Utara. 



Saat dikonfirmasi, Kapolsekta Samarinda Utara, AKP Erick Budi Santoso menyebutkan, saat ini pihaknya masih mengejar pelaku. "Anggota sudah disebar," jelas Erick. 



Ia juga mengaku belum tahu akar persoalan kasus ini karena korban belum dimintai keterangan. Polisi masih menunggu kondisi korban membaik. (*/dra/er/k8/jpg)

Editor: Ronald
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore