Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Januari 2019 | 02.15 WIB

Lima Penyakit Ini Paling Sering Diklaim di Asuransi

Rusli Chan, Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia - Image

Rusli Chan, Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia

JawaPos.com - Data perusahaan asuransi menyebutkan, ada lima penyakit yang paling sering di klaim oleh masyarakat di tanah air yang menjadi nasabah. Kelimanya adalah penyakit kritis yang bisa mengancam jiwa seseorang.


Rusli Chan, Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia menjelaskan, kelima penyakit itu antara lain, kanker, stroke, ginjal kronis, jantung dan hipertensi.


"Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun lalu, prevalensinya mengalami kenaikan," kata Rusli saat meluncurkan PRUCritical Benefit 88, di Kota Medan, Rabu (15/1).


Data yang dihimpun, kasus hipertensi mengalami kenaikan dari 25.8 persen menjadi 34.1 persen. Sedangkan prevalensi stroke naik dari 7 persen menjadi 10.9 persen, sementara penyakit ginjal kronis naik dari 2 persen menjadi 3.8 persen dan kanker naik dari 1.4 persen menjadi 1.8 persen.


Untuk pengobatannya, penyakit yang tergolong sebagai Penyakit Tidak Menular (PTM) ini, tak jarang merogoh kocek yang dalam. Bahkan, tak sedikit juga yang bangkrut karena penyakit.


Rusli menjelaskan, data World Health Organization (WHO) menunjukkan, PTM diperkirakan menjadi penyebab 73 persen kematian di Indonesia. Penelitian ASEAN Cost in Oncology (ACTION) pada 2014-2015 mengungkapkan bahwa, dari 9.513 pasien pengidap kanker hampir 50 persennya mengalami kebangkrutan. Sedangkan 29 persen meninggal dunia.


"Berjuang melawan penyakit kritis sangat menguras emosi serta fisik pasien dan keluarganya. Dapat mengganggu perencanaan keuangan," ungkapnya.


Asuransi diklaim menjadi hal yang penting sebagai langkah pencegahan kebangkrutan. Sebagai perusahaan asuransi, Prudential berjanji akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabahnya.


"Nasabah dapat memanfaatkan uang perlindungannya untuk membantu biaya pengobatan rumah sakit, dan juga biaya hidup," ujarnya.


Sebagai langkah pencegahan, mau tidak mau setiap orang harus tetap menjalani pola hidup sehat. Meskipun di tengah rutinitas yang begitu padat.


Kebiasaan seperti merokok, tidak olahraga rutin, kurang makan buah dan sayur serta kebiasaan makan tidak teratur adalah faktor-faktor risiko utama penyebab PTM.


"Saat ini, usia muda bahkan tidak menjamin seseorang terbebas dari ancaman penyakit kritis. Masyarakat harus mulai menaruh perhatian, karena dampak dari penyakit kritis bukan saja kematian dan kecacatan, namun beban keuangan berupa biaya rumah sakit, dan biaya hidup," tandasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore