
Pedagang ikan Pasar Penuin, Rony Hidayat alias Ati menunjukkan ikan Dingkis yang banyak dicari oleh warga Tionghoa menjelang Imlek.
JawaPos.com - Bagi sebagian kalangan etnis Tionghoa, di saat perayaan Imlek bakal memburu ikan Dingkis. Sebab ikan jenis ini dipercaya dapat membawa rezeki.
Dengan demikian menjelang hari Imlek yang akan jauh pada 28 Januari mendatang, pedagang di pasar Penuin Lubukbaja, Kota Batam pun mulai menyediakan ikan Dingkis.
"Udah mulai jual, tapi masih murah karena telurnya sedikit. Harganya masih ada yang Rp 70 ribu-an sampai Rp 80 ribu perkilo," ujar seorang pedagang Ismail yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (17/1).
Menurutnya, ikan itu dipercaya sebagian warga etnis Tionghoa membawa rejeki. Sehingga setiap jelang imlek Ikan Dingkis jadi favorit dan selalu dicari di Batam. "Yang bikin mahal itu telurnya, makin banyak telur makin mahal. Sekarang masil murah," katanya.
Dia menambahkan, Ikan Dingkis punya dua jenis telur, ada yang berwarna putih dan kuning. "Pasangan baru atau anak muda suka cari yang telur putih, kalau yang kuning orang tua, karena kolesterolnya tinggi," ujarnya.
Berbeda dengan Ismail, pedagang lain Ati mengatakan kini dia telah menjual dengan harga Rp 150 ribu perkilo. Menurut Ati, biasanya ikan Dingkis mulai mahal mulai empat atau lima hari jelang imlek karena saat ikan Dingkis akan banyak bertelur. "Harganya ada sampai Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Seni Budaya Suku Tionghoa Indonesia (Hisbutib) Batam Harsono mengatakan, ikan itu cukup unik pasalnya ikan itu bertelur saat imlek saja atau tepatnya banyak bertelur pada hari kedua imlek atau tanggal 2 bulan 1 penanggalan Tionghoa. "Ini yang masih kita heran," ucapnya.
Namun dia mengungkapkan, keharusan mememakan Ikan Dingksi tak ada dalam budaya Tionghoa, hal unik ini hanya terjadi Kepri, khususnya Batam. "Mulai kapan (kebiasaan makan Ikan Dingkis di Kepri) belum ada yang tahu pasti. Namun, ada sebagian orang Tionghoa yang percaya kalau makan datangkan rejeki," pungkasnya. (cr13/iil/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
