Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 01.48 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Ajak Masifkan Tanam dan Lestarikan Mangrove untuk Sedekah Oksigen

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ajak semua pihak terus memasifkan penanaman dan pelestarian mangrove. - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ajak semua pihak terus memasifkan penanaman dan pelestarian mangrove.

JawaPos.com–Pada Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 Juli, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak semua pihak terus memasifkan penanaman dan pelestarian mangrove.

Menurut gubernur, hal itu penting, karena dengan menanam mangrove, ekosistem akan terjaga, oksigen di lingkungan akan meningkat, dan pelestarian alam juga terlaksana.

”Hari ini (26/7), peringatan hari Mangrove Sedunia. Ayo bersama menanam dan melestarikan mangrove sebagai sedekah oksigen, ini juga bagian dari rehabilitasi ekosistem mangrove kita,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (26/7).

Khofifah menyampaikan, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang konsisten dalam memperluas ekosistem mangrove. Rehabilitasi ekosistem mangrove merupakan salah satu ikhtiar untuk pelestarian lingkungan yang bisa dilakukan banyak komunitas dan masyarakat.

Gubernur Khofifah juga telah menerbitkan surat edaran kepada para bupati/wali kota, pimpinan BUMN/BUMD/BUMS serta lembaga masyarakat pegiat lingkungan pada tanggal 31 Januari 2022 tentang pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis dan ekosistem mangrove di Jawa Timur. Hal itu agar penanaman mangrove di Jatim semakin masif.

Khofifah juga memaksimalkan hilirisasi mangrove guna meningkatkan perekonomian masyarakat Jawa Timur di pesisir pantai.

”Pengembangan dari hulu ke hilir kita maksimalkan, tujuannya ekonomi masyarakat bisa terangkat dengan tetap memberikan daya dukung alam dan lingkungan. Kalau hilirisasi sudah jalan, kita bisa melakukan Festival Mangrove,” terang Khofifah.

Pemprov Jatim telah menyelenggarakan Festival Mangrove sebanyak 4 kali yaitu di Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, dan Trenggalek. Rencana tahun ini diselenggarakan Festival Mangrove di Kota Surabaya.

”Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa mangrove mampu menyerap CO2 lebih besar daripada tanaman yang ada di darat, makanya saya selalu mengajak ayo tanam mangrove, ayo sedekah oksigen,” ucap Khofifah.

Khofifah menambahkan, telah menetapkan Kelompok Kerja Mangrove Daerah Provinsi Jawa Timur yang berperan dalam akselerasi/percepatan pengelolaan ekosistem mangrove. Melibatkan para pihak dengan SK Gubernur Jawa Timur Nomor 188/967/KPTS/013/2022.

”Pokja Mangrove ada unsur OPD Pemprov Jatim terkait, BPN, UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, TNI AL, akademisi, pegiat mangrove, dan unsur masyarakat, kolaborasi dalam pengelolaan dan kampanye peningkatan peran serta para pihak dalam pengelolaan dan pelestarian mangrove di Jawa Timur,” papar Khofifah.

Berdasar data Dinas Kehutanan, Jawa Timur memiliki kawasan mangrove seluas 27.221 hektare atau 48 persen dari kawasan mangrove di Pulau Jawa. Ini merupakan kawasan terluas di antara provinsi lain di Pulau Jawa dan Bali.

Sejak 2020-2023, tercatat telah dilaksanakan penanaman mangrove di pesisir Jawa Timur oleh para pihak seluas 1.878,53 hektare atau sejumlah 6.749.527 batang bibit mangrove.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore