
Meski hujan mengguyur, mahasiswa tetap berorasi dan membentangkan spanduk. Suasana kampus Akademi Keperawatan (Akper)
JawaPos.com – Suasana kampus Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, mendadak mencekam, Senin sore (27/2). Sejumlah mahasiswa pingsan saat menghadiri dialog dengan Wali Kota Tegal Siti Masitha di aula kampus. Mereka berjatuhan dan dibopong keluar oleh teman-temannya keluar ruangan.
Mereka dibantu petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP), yang sedari tadi menjaga acara. Dialog itu, awalnya berlangsung normal. Namun, di pertengahan acara sempat diwarnai aksi ”walk out” sejumlah mahasiswa. Sejak awal, mahasiswa memang mengikuti acara dengan terisak. Beberapa mahasiswi, terlihat berkali-kali menghapus air mata yang jatuh di pipinya. ”Kami ingin merger (gabung, red), Bu,” ucap salah satu mahasiswi, Putri Salma Dewantara di depan wali kota.
Dengan suara terbata, Kepala Seksi Penjaminan Mutu Akper Ani Fauziah menyampaikan, merger ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi solusi untuk semua. ”Sekiranya pada hari ini suasana yang dirasakan sangat tegang, kami mohon maaf,” ungkapnya.
Setelah beberapa dari mereka mengalami pingsan, mahasiswa yang hadir dalam dialog kemudian keluar ruangan. Mereka, lalu melakukan orasi di halaman kampus sembari membentangkan spanduk yang isinya meminta kampus mereka di-merger ke Kemenkes. Spanduk-spanduk lainnya juga ada yang bernada penolakan penutupan kampus yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika itu.
Orasi mahasiswa terus dilangsungkan, meski hujan turun cukup lebat di halaman kampus Akper hingga Magrib menjelang. Ketegangan juga sempat terjadi saat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ingin menemui wali kota. Sementara wali kota masih di dalam ruangan, mahasiswa baru mulai menepi saat azan Magrib berkumandang.
Aksi berlanjut, mahasiswa kembali membentangkan spanduk di depan pintu keluar kampus. Aksi itu membuat wali kota tersandera dan tidak bisa keluar kampus. Wali Kota Tegal Siti Masitha saat diwawancara wartawan di dalam ruangan mengatakan, terkait opsi yang diberikan Kementerian Dalam Negeri, sedang ditelaah dan ditindaklanjuti bagian hukum.
Pemkot saat ini sifatnya menunggu peraturan yang lebih tinggi dari pusat. Sebab, ini juga menjadi persoalan Akper di daerah lain. Opsi dari pusat itulah yang akan dilaksanakan pemkot. Saat disinggung soal merger ke Kemenkes, wali kota menyampaikan hal itu justru bisa melanggar undang-undang.
”Undang-undangnya tidak ada, melanggar, izin itu dari Kemenristekdikti. Kalau bergabung, itu berarti yayasan, perorangan. Pemda tidak boleh,” ujarnya. Wali kota selanjutnya menjamin mahasiswa Akper bisa lulus dan memiliki ijazah yang sah. Mereka akan tetap berkuliah sampai 2019. Namun Akper tidak lagi menerima mahasiswa baru.
Wali kota meminta agar mahasiswa melaksanakan tugasnya untuk belajar sungguh-sungguh dan tidak terprovokasi gerakan di luar. Dia kemudian menyangkal adanya penutupan Akper. ”Tidak ada pernyatan resmi dari pemkot, bahwa Akper akan ditutup,” katanya.
Ketua DPRD Edy Suripno juga sempat datang langsung ke lokasi. Edy sempat berbicara langsung dengan wali kota. Orang nomor satu di Kota Tegal itu akhirnya bisa keluar kampus setelah mahasiswa yang menghadang wali kota ditenangkan dan diminta menepi oleh Kepala Seksi Penjaminan Mutu Akper Ani Fauziah. (nam/fat/yuz/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
