Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juli 2017 | 16.35 WIB

Melihat Proses Kremasi Pada Upacara Ngaben Kapuas

Seorang panitia mencoba menahan rekannya yang ingin menyiram bahan bakar dalam Upacara keagamaan Pirta Yadnya Pengabenan. - Image

Seorang panitia mencoba menahan rekannya yang ingin menyiram bahan bakar dalam Upacara keagamaan Pirta Yadnya Pengabenan.

JawaPos.com - Upacara Pitra Yadnya atau ngaben di Desa Batu Nindan, Kecamatan Basarang, Kapuas, berlangsung khidmat kemarin (28/7). Upacara tersebut dihadiri ratusan umat Hindu Dharma dari Basarang hingga luar kota.


"Selain dari Desa Batu Nindan, ada yang datang dari Kabupaten Pulang Pisau, Maliku, Barito Timur, Terusan, hingga Provinsi Kalimantan Selatan," ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Basarang I Wayan Sindra.


Diketahui, upacara ngaben menceritakan alasan tulang harus dibakar. Yakni, jenazah yang menjadi tulang tidak akan kembali dikubur di tanah. "Karena itu, tulang jenazah tersebut harus dibakar dengan istilah kremasi untuk mengembalikan tulang-tulang itu yang asalnya dari api menurut kepercayaan umat Hindu," papar I Wayan Sindra.


Upacara dengan 17 jenazah sawa besar atau orang dewasa serta 19 anak-anak itu tidak hanya berhenti pada kremasi. Sebab, ada lagi upacara yang harus dilakukan seperti memilih abu sisa pembakaran tulang yang akan melalui upacara khusus untuk dilarungkan ke sungai.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore