
PASANG BADAN: Puluhan warga Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Jombang memblokade proyek tol seksi II.
JawaPos.com- Puluhan warga Dusun Sugihwaras, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, memblokade proses kontruksi jalan tol seksi II Jombang–Mojokerto. Sebab, tuntutan warga untuk dibangun jalan pedestrian tak kunjung direspons PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) selaku pemegang hak konsesi jalan tol.
Pantauan dilapangan, warga mulai menutup akses jalan tol sekitar pukul 13.00, tepatnya setelah salat Jumat. Mulai remaja, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga lansiaberjajar ditengah jalan.
Selain melarang kendaraan proyek lewat, mereka mendirikan tenda di tengah jalan. Warga juga mengancam akan menginap dilokasi jika tidak ditemui pihak pengelola tol.
Akibatnya, tak ada satupun kendaraan yang bisa lewat untuk mengangkut material. Ironisnya, hingga dua jam, tak ada pihak proyek yang menemui mereka.
Nur Kusaini, 50, warga setempat, menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan atas kekecewaan warga terhadap pihak pengelola tol yang semena-mena memutus akses pertanian. Bukan hanya itu, janji pihak pengelola tol untuk membangun jalan pedestrian tak kunjung ada kejelasan. ”Jalan untuk pertanian di desa sini (Sugihwaras) terputus dengan pembangunan jalan tol,’’ ungkapnya dilokasi.
Kusaini menambahkan, didaerah sekitar, ada belasan hektare sawah milik warga yang terdampak. Dia khawatir, saat musim panen ketiga ini, petani kesulitan mengangkut hasil pertanian. ”Sudah tertutup tol. Masak harus lewat atas untuk nyeberang?’’ singgungnya.
Beberapa waktu lalu, kata lelaki berserban tersebut, diadakan audiensi antara pihak tol, pemerintah desa, warga terdampak, dan DPRD. Namun, hampir sebulan ini tidak ada kejelasan. Padahal, PT MHI berjanji menuruti keinginan warga untuk membangun jalan pedestrian. ”Memang, jalan satunya (disisi barat) sudah dibangun. Tapi, yang satu ini belum diapa-apakan,’’ tambahnya.
Ditemui terpisah, Kepala Desa Kendalsari Mulyadi menerangkan, ada dua tuntutan warga. Pertama, pembangunan jalan pedestrian untuk akses dusun Sugihwaras ke desa lain. Kedua, pembangunan jalan sawah untuk akses pertanian.
”Ini dulu pernah dibicarakan. Untuk pembangunan jalan pedestrian disebelah barat, itu sudah di-acc PT MHI,’’ ungkapnya. Namun, kini warga kembali mempertanyakan perkembangan tuntutan tersebut.
Dari aksi turun jalan itu, Mulyadi bergegas menghubungi pihak PT MHI. Hasilnya, secepatnya warga dan pihak tol akan didudukkan bersama. (ang/nk/c21/diq)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
