Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 April 2017 | 15.09 WIB

Terus Tekor, BUMD Bus Transpakuan Bogor Terancam Gulung Tikar 

Bus Transpakuan Bogor - Image

Bus Transpakuan Bogor


JawaPos.com - Keinginan warga Kota Hujan untuk mendapatkan transportasi umum massal yang nyaman dan aman bakal semakin sulit terealisasi. Itu seiring dengan rencanana pembubaran Perusahaan Daerah Jasa Transpakuan (PDJT).


Keputusan ini merupakan buntut dari semakin meruginya BUMD yang mengoperasikan Bus Transpakuan tersebut. Bahkan sudah empat bulan gaji karyawan tidak dibayarkan. 


"Ada tiga alternatif yang disodorkan dewan direksi kepada pemerintah terkait penyelamatan PDJT, salah satunya adalah likuidasi atau pembubaran," ujar Kabag Satuan Pengawas Internal (SPI) PDJT, Tri Handoyo kepada Radar Bogor (Jawa Pos Grup). 


Adapun dua opsi lain antara lain,  mencarikan alternatif pinjaman untuk menutupi sebagian gaji karyawan serta perawatan bus hingga layak jalan. Kemudian, menghentikan operasi Transpakuan sementara dan mengalihkan hak dan kewajiban PDJT pada Pembentukan Perseroan Daerah (Perseroda).


Akan tetapi, dua opsi ini sejatinya sudah dilakukan, namun belum juga ada jalan keluar. Hingga berujung pada aksi mogok karyawan untuk kesekian kalinya. Melihat kondisi itu, Tri menilai alternatif pilihan likuidasi PDJT sangat mungkin dilakukan. "Inilah yang tengah diperdebatkan di kalangan karyawan," lirihnya.


Sebab,  jika kemudian likuidasi merupakan alternatif yang akan dipilih pemkot, maka tindakan yang harus disiapkan adalah membentuk tim likuidasi, serta mengikuti proses likuidasi dan Perda pembubaran PDJT. 


"Sambil menunggu proses likuidasi,seluruh karyawan akan dirumahkan atau diberhentikan, sedangkan yang akan diminta sebagai tim likuidasi akan dipekerjakan sebagai tim likuidasi," tandasnya.


Dikonfirmasi terpisah, terkait rencana pembubaran PDJT, Walikota Bogor Bima Arya tak memberi jawaban pasti. Dia berjanji akan memutuskan nasib PDJT pekan mendatang. Menurut Bima langkah pahit harus dia ambil untuk kepentingan lebih besar.  


"Dalam minggu depan akan saya umumkan, tidak bisa sekarang kita umumkan. Pastinya langkah yang kita ambil inipun untuk kebaikan," tukasnya.(radar bogor/wil/c/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore