
Bus Transpakuan Bogor
JawaPos.com - Keinginan warga Kota Hujan untuk mendapatkan transportasi umum massal yang nyaman dan aman bakal semakin sulit terealisasi. Itu seiring dengan rencanana pembubaran Perusahaan Daerah Jasa Transpakuan (PDJT).
Keputusan ini merupakan buntut dari semakin meruginya BUMD yang mengoperasikan Bus Transpakuan tersebut. Bahkan sudah empat bulan gaji karyawan tidak dibayarkan.
"Ada tiga alternatif yang disodorkan dewan direksi kepada pemerintah terkait penyelamatan PDJT, salah satunya adalah likuidasi atau pembubaran," ujar Kabag Satuan Pengawas Internal (SPI) PDJT, Tri Handoyo kepada Radar Bogor (Jawa Pos Grup).
Adapun dua opsi lain antara lain, mencarikan alternatif pinjaman untuk menutupi sebagian gaji karyawan serta perawatan bus hingga layak jalan. Kemudian, menghentikan operasi Transpakuan sementara dan mengalihkan hak dan kewajiban PDJT pada Pembentukan Perseroan Daerah (Perseroda).
Akan tetapi, dua opsi ini sejatinya sudah dilakukan, namun belum juga ada jalan keluar. Hingga berujung pada aksi mogok karyawan untuk kesekian kalinya. Melihat kondisi itu, Tri menilai alternatif pilihan likuidasi PDJT sangat mungkin dilakukan. "Inilah yang tengah diperdebatkan di kalangan karyawan," lirihnya.
Sebab, jika kemudian likuidasi merupakan alternatif yang akan dipilih pemkot, maka tindakan yang harus disiapkan adalah membentuk tim likuidasi, serta mengikuti proses likuidasi dan Perda pembubaran PDJT.
"Sambil menunggu proses likuidasi,seluruh karyawan akan dirumahkan atau diberhentikan, sedangkan yang akan diminta sebagai tim likuidasi akan dipekerjakan sebagai tim likuidasi," tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, terkait rencana pembubaran PDJT, Walikota Bogor Bima Arya tak memberi jawaban pasti. Dia berjanji akan memutuskan nasib PDJT pekan mendatang. Menurut Bima langkah pahit harus dia ambil untuk kepentingan lebih besar.
"Dalam minggu depan akan saya umumkan, tidak bisa sekarang kita umumkan. Pastinya langkah yang kita ambil inipun untuk kebaikan," tukasnya.(radar bogor/wil/c/mam/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
