
Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana
JawaPos.com - Pemkab Mempawah, Kalbar, menetapkan status darurat rabies selama tiga bulan ke depan. Ini setelah ditemukan penderita rabies di Kecamatan Toho beberapa waktu lalu. Tujuannya mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut.
Saat ini sudah ditemukan sepuluh warga Toho yang digigit anjing penyebar virus rabies. Mereka sudah ditangani secara intensif oleh tim medis. Satu dari sepuluh orang itu dinyatakan positif terinfeksi rabies.
Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana menuturkan, penanganan dan antisipasi masuknya virus rabies di wilayah kerjanya telah dilakukan sejak 2016 lalu. Saat Pemkab telah melakukan vaksinasi terhadap anjing di beberapa daerah yang dianggap rawan penyebaran virus rabies.
“Tahun lalu sudah kita lakukan vaksinasi, namun ternyata masih saja kecolongan. Terutama pada daerah rawan yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang maupun Kabupaten Landak,” kata Ramlana dua hari lalu.
Dia mengklaim bahwa Pemkab Mempawah sudah bekerja optimal. Baik pencegahan hingga pengobatan. “Tim sudah bekerja di lapangan untuk melakukan penanganan dengan optimal,” ucap Ramlana.
Kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang dan Landak menjadi titik fokus penanganan rabies. Daerah itulah yang diduga menjadi sumber penularan rabies di Kabupaten Mempawah. Pemkab juga telah melakukan rapat koordinasi untuk penanganan yang lebih efektif di lapangan.
“Dalam tiga bulan kedepan, kita sudah tetapkan status darurat rabies di Kabupaten Mempawah. Kita akan lakukan penanganan sebaik mungkin, agar kasus rabies ini segera diselesaikan dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegasnya.
Ramlana mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus rabies di lingkungannya. Caranya dengan mengawasi mobilisasi keluar masuknya hewan berbulu. Terutama hewan-hewan yang berasal dari daerah lain yang rawan penyebaran rabies.
“Kita berpesan, mobilisasi ternak harus dibatasi. Misalnya kita membeli kucing atau binatang berbulu sejenis lainnya, harus dipastikan dulu keamanannya. Jangan sampai hewan tersebut membawa virus rabies. Maka sangat membahayakan manusia dan lingkungan sekitar,” pesannya.
Dia menghimbau, jika ada masyarakat tergigit binatang liar yang berpotensi menularkan virus rabies, segera mendatangi Puskesmas atau rumah sakit. Supaya segera mendapatkan penanganan medis dengan baik. Agar warga bersangkutan dapat segera ditolong dan diobati serta dilakukan pencegahan dengan segera. (Ary SandI/Hamka Saptono/fab/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
