
Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPR PPU Supardi.
JawaPos.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Penajam Paser Utara (PPU) berencana menambah 500 lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kecamatan Penajam. Area yang dipasang mulai Jalan Provinsi Kilometer 1 sampai Kilometer 9, depan kantor Bupati PPU.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPR PPU Supardi. Selain itu, LPJU anyar dipasang di kawasan perkantoran pemerintahan, termasuk Islamic Center, khususnya di Masjid Agung Al-Ikhlas, Stadion Benuo Taka, dan gelangang olahraga.
“Sebagian ada ke arah Perumahan Korpri. Tapi, mungkin baru sampai bundaran di jalan utamanya. Belum masuk ke lingkungan perumahan,” katanya Rabu (14/6).
Pengadaan LPJU yang menelan anggaran Rp 6,4 miliar itu bakal menggunakan tiang lampu sebanyak 385 unit. Jenis tiang berupa lampu tunggal dan lampu ganda. Jumlah tersebut disesuaikan dengan penghitungan jarak titik LPJU.
“Katakanlah tiap 50 meter. Tapi, mungkin ada titik nanti yang jaraknya bisa lebih dekat atau lebih memanjang,” sambung pria berkacamata itu.
Rencana tersebut tentu menambah jumlah LPJU panel surya. Namun, untuk LPJU baru, bakal menggunakan setrum dari PLN. “Pakai sedikit, pembayaran sedikit. PLN juga sudah menyanggupi, kalau dayanya tersedia. Untuk 500 lampu kurang lebih 60 kVa atau 60 ribu va. Kan 120 volt dikalikan 500 lampu. Kalau diekuivalenkan sama dengan kebutuhan listrik untuk untuk lima rumah,” ujarnya.
LPJU baru tersebut menggunakan lampu jenis LED (light emitting diode). Pemasangan lampu jenis LED diharapkan bisa membuat penggunaan daya listrik menjadi lebih efisien.
Saat ini DPUPR sedang menyiapkan fondasi untuk tiang. Setelah selesai, pemasangan LPJU mulai Kelurahan Penajam sampai Nipahnipah selesai dalam waktu dua bulan. “Karena materialnya pabrikasi semua seperti kabel, tiang, dan bola lampu. Ini sudah tahap produksi dari pabrik. Kalau sesuai jadwalnya, satu minggu setelah Lebaran, semua material sudah dikirim,” ucapnya.
Nantinya, pihaknya mengusulkan lagi pengadaan LPJU untuk menerangi Kilometer 9 di Kelurahan Lawelawe, menuju Kilometer 18 di Kelurahan Petung. Dari kajian sementara, dibutuhkan 200 titik LPJU untuk menerangi jalan poros Trans-Kalimantan tersebut.
“APBD memang menurun tapi juga kebutuhan LPJU sangat penting. Di samping penerangan, juga keselamatan berlalu lintas. Jadi, punya nilai prioritas” ucapnya. (*/rik/ica/k16/fab/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
