Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Juni 2017 | 01.55 WIB

Pemudik Wajib Baca! Nih 52 Titik Kemacetan yang Harus Diketahui

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat waspadai 52 titik kemacetan dalam arus mudik Lebaran tahun ini. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dedi Taufik mengatakan, titik-titik tersebut tersebar di beberapa tempat. 


"Ada yang di jalur utara, tengah dan selatan. Kalau perkiraan titik kemacetan itu yakni utara itu ada 17-an titik, tengah ada 18, dan selatan 17 titik," jelas Dedi ditemui di Kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (12/6).


Diungkapkan Dedi, kemacetan memang menjadi salah satu persoalan klasik yang terjadi disaat arus mudik lebaran. 


Seperti titik kemacetan di jalur utara yang memang menjadi langgananpada setiap tahunnya diantaranya yakni Simpang Jomin, Cikalong Purwakarta, lalu Sukamandi, Tegal Gubung. 


"Tapi kemacetan dititik ini sudah kita akan antisipasi dengan sistem kanalisasi," terangnya. 


Begitu juga dengan di jalur tengah, kemacetan diprediksi ada mulai di Jalur Puncak, Padalarang, Ciranjang. Untuk Puncak Bogor kemacetan ini kerap terjadi karena memang ini menjadi jalur lalu lintas pemudik dan tujuan wisata. 


"Masuk ke arah tengah ada Tanjung Sari itu ada pasar, pom bensin dan ada alun-alun. Titik kemacetan ini juga di tengah akan kita lakukan kanalisasi," terangnya. 


‎Selanjutnya untuk jalur selatan yang menjadi legendaris kemacetannya diantaranya jalur Limbangan, Leles, dan Gentong. 


"Di gentong kan ada pom bensin.‎ Kita kanalisasi tidak boleh ada yang dari timur ke barat masuk ke pom bensin. Nanti juga disana akan dipasang trafic cone," jelasnya.


Menurutnya banyak hal yang membuat kemacetan terjadi. Salah satunya terkait dengan pasar tumpah. Dikatakanya, kemacetan yang kerap terjadi di Jabar memang dikarenakan adanya pasar tumpah. 


Selain itu pertumbuhan kendaraan setiap tahun dengan jalan yang ada tidak berimbang. 


"Sekarang berbicara data. Pertumbuhan jalan dikita itu hanya 1,2 persen. Sedangkan kenaikan jumlah pertumbuhan kendaraan dikita bisa sampai 12 persen. Rasionya enggak sebanding," terangnya.


Lebih lanjut Dedi pun mengatakan, untuk mengamankan musim mudik dan balik Lebaran dengan sandi Operasi Ramadhan 2017, pihaknya mengerahkan 1.216 personel yang disebar di sejumlah titik strategis.


"Kita tempatkan personil di beberapa titik yang rawan terhadap kemacetan dan lainnya," pungkasnya.(jar/rmol/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore