
TERTUTUP: Selama proses pencarian korban, kawasan Wana Wisata Grape ditutup untuk sementara waktu
JawaPos.com – Sebelumnya kejadian nahas yang menimpa enam pelajar Mts Bani Ali Mursyad, sejatinya ada 15 pelajar putra turun ke Kali Catur, di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (10/4). Sembilan pelajar berhasil diselamatkan, sedangkan enam terseret derasnya arus sungai. Dua berhasil ditemukan sudah tak bernyawa. Empat lainnya hingga Senin malam (10/4) belum berhasil ditemukan.
Sebenarnya selama ini jarang ada pengunjung yang berani mandi di sungai tersebut. insiden itu sendiri terjadi di sela kegiatan outbond itu menyisakan duka mendalam. ‘’Outbond memang menjadi agenda rutin pondok pesantren kami setiap tahunnya. Kegiatan di Wana Wisata Grape kali ini diikuti 128 pelajar kelas VII dan VIII,’’ kata penanggung jawab kegiatan outbond Muhammad Antoni Rosyid.
Gelaran outbond yang dimulai sejak pukul 08.30 itu mengambil jeda istirahat selepas salat Dhuhur. Lepas salat berjamaah di Masjid Annur, Grape, siswa diajak makan siang di RM Pondok Grape sekitar pukul 13.30. Setibanya di rumah makan itu, petugas parkir setempat sebenarnya telah memperingatkan agar para siswa tidak turun bermain ke sungai.
Sebanyak 10 pendamping outbond juga acapkali mempertegas larangan tersebut. Sebab, arus sungai yang konturnya licin dan berbatu itu sedang deras. ‘’Kami sudah berkali mengingatkan, terutama pelajar putra. Pada saat kejadian pun, pelajar putri juga masih di atas, tidak ada yang turun ke sungai,’’ jelasnya.
Namun, sekejap luput dari pantauan, 15 pelajar putra keluar dari rombongan dan tidak mengindahkan larangan pendamping. Benar saja, arus Kali Catur semakin deras. Sembilan pelajar berhasil naik ke permukaan dan lolos dari seretan arus. Namun, enam pelajar lainnya tak bisa lolos dari seretan arus Kali Catur. ‘’Begitu ada yang teriak-teriak, kami segera turun. Dan, ternyata sudah tidak ada,’’ bebernya.
Para pendamping pun sempat turun ke sungai dan mencoba menyelamatkan para siswa. Mereka pun turut mencari bantuan. Namun, saking derasnya arus, keenam siswa tak tampak lagi. Hingga akhirnya petugas dari kepolisian, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, TNI, dan para relawan bersama-sama menyisir Kali Catur. ‘’Yang jelas, kami sudah kondisikan para siswa untuk tidak mendekat ke arah sungai,’’ tegasnya. Hingga Senin malam (10/4), bantuan tenaga terus berdatangan untuk menemukan empat siswa yang masih hanyut tersebut. Tim BPBD Kabupaten Magetan yang selesai melakukan pencarian orang tenggelam di Desa Sumursongo, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, bergegas meluncur ke Wana Wisata Grape.
Bahkan, Basarnas dari Pos Trenggalek melangsungkan perjalanan guna membantu proses evakuasi lanjutan. ‘’Mendengar ada siswa dari daerah kami yang tenggelam, kami bergegas ke sini untuk ikut membantu,’’ jelas Anjar, tim BPBD Kabupaten Magetan. (bel/fin/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
