
Angin puting beliung terekam di flayover Kelurahan Pegambiran.
JawaPos.com – Warga Kota Cirebon digegerkan dengan penampakan angin puting beliung yang terlihat di sejumlah titik, Rabu (28/11). Di antaranya, pantai Kejawanan Kelurahan Pegambiran Kota Cirebon dan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.
Informasi yang dihimpun radarcirebon.com (Jawa Pos Group), angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah bangunan rumah milik warga dan reklame di Kecamatan Mundu mengalami kerusakan akibat diterjang angin tersebut.
Bahkan sejumlah warga mengabadikan fenomena alam langka itu lewat ponsel mereka.
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi Ahmad Faa Iziyn membenarkan bahwa angin yang terjadi pada sore hari itu adalah angin puting beliung.
“Iyah benar angin tersebut adalah puting beliung,” kata Ahmad saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ahmad menjelaskan, puting beliung merupakan dampak awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan. “Perlu diketahui juga tidak semua pertumbuhan awan Cb akan menimbulkan angin puting beliung” kata Ahmad.
Kemudian, kehadiran angin tersebut tidak dapat diprediksi. Lantaran, terjadi secara tiba-tiba, dengan durasi waktu sekitat 5 sampai 10 menit pada area skala sangat lokal. Di mana, pusaran puting beliung menyerupai belalai gajah.
“Angin puting beliung sering terjadi pada siang dan sore hari, di musim hujan dan pancaroba,” kata Ahmad.
Sedangkan penyebab terjadinya angin puting beliung, lanjut Ahmad, disebabkan karena udara panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.
"Kalau angin puting beliung yang terjadi di laut tadi, air lautnya bisa kesodot. Ikan-ikanpun juga bisa ikut kesedot,” kata Ahmad.
Ahamd mengimbau, jika terjadi angin puting beliung warga diminta dapat berlindung dengan cara merapatkan tubuh ke dinding bangunan yang kokoh.
Kemudian, warga juga diminta untuk merapihkan pohon-pohon besar dan yang sudah rapuh. Selain itu, warga juga harus memperkuat bangunan rumah, terutama bagian atap.
Sehingga, saat diterjang angin tersebut bangunan rumah masih bisa bertahan. “Yah kalau tahu bakalan ada angin tersebut, segara menghindar dan mencari tempat yang paling aman,” tandas Ahmad.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
