Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2017 | 13.20 WIB

Angin Puting Beliung Terekam di Cirebon, Rumah dan Reklame Roboh

Angin puting beliung terekam di flayover Kelurahan Pegambiran. - Image

Angin puting beliung terekam di flayover Kelurahan Pegambiran.

JawaPos.com – Warga Kota Cirebon digegerkan dengan penampakan angin puting beliung yang terlihat di sejumlah titik, Rabu (28/11). Di antaranya, pantai Kejawanan Kelurahan Pegambiran Kota Cirebon dan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.


Informasi yang dihimpun radarcirebon.com (Jawa Pos Group), angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah bangunan rumah milik warga dan reklame di Kecamatan Mundu mengalami kerusakan akibat diterjang angin tersebut.
Bahkan sejumlah warga mengabadikan fenomena alam langka itu lewat ponsel mereka.


Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi Ahmad Faa Iziyn membenarkan bahwa angin yang terjadi pada sore hari itu adalah angin puting beliung.


“Iyah benar angin tersebut adalah puting beliung,” kata Ahmad saat dihubungi melalui sambungan telepon.


Ahmad menjelaskan, puting beliung merupakan dampak awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan. “Perlu diketahui juga tidak semua pertumbuhan awan Cb akan menimbulkan angin puting beliung” kata Ahmad.


Kemudian, kehadiran angin tersebut tidak dapat diprediksi. Lantaran, terjadi secara tiba-tiba, dengan durasi waktu sekitat 5 sampai 10 menit pada area skala sangat lokal. Di mana, pusaran puting beliung menyerupai belalai gajah.


“Angin puting beliung sering terjadi pada siang dan sore hari, di musim hujan dan pancaroba,” kata Ahmad.


Sedangkan penyebab terjadinya angin puting beliung, lanjut Ahmad, disebabkan karena udara panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.


"Kalau angin puting beliung yang terjadi di laut tadi, air lautnya bisa kesodot. Ikan-ikanpun juga bisa ikut kesedot,” kata Ahmad.


Ahamd mengimbau, jika terjadi angin puting beliung warga diminta dapat berlindung dengan cara merapatkan tubuh ke dinding bangunan yang kokoh.


Kemudian, warga juga diminta untuk merapihkan pohon-pohon besar dan yang sudah rapuh. Selain itu, warga juga harus memperkuat bangunan rumah, terutama bagian atap.


Sehingga, saat diterjang angin tersebut bangunan rumah masih bisa bertahan. “Yah kalau tahu bakalan ada angin tersebut, segara menghindar dan mencari tempat yang paling aman,” tandas Ahmad.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore