
Personel Sat Lantas Polres Bukitinggi melakukan pengaturan lalu lintas di Kota Bukittinggi, Selasa (26/12)
JawaPos.com - Libur Natal dan Tahun Baru kerap menimbulkan kemacetan. Salah satunya di jalur menuju Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Hari biasa, Kota Padang-Bukittingi sejauh 90 kilometer dapat ditempuh dalam waktu 1 jam. Namun pada Senin (25/12) kemarin, waktu tempuh kedua kota menjadi 7 hingga 8 jam.
Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, volume kendaraan mulai meningkat sejak pagi hari. Namun, puncak kepadatan kendaraan terjadi mulai pukul 15.30 WIB hingga 18.30 WIB. Kondisi itu terpantau di rute Payakumbuh-Bukittinggi. Tepatnya di kawasan Baso Kabupaten Agam.
Begitu juga dari arah Padang Panjang-Bukittinggi. Arus lalu lintas padat merayap hingga simpang Padang Luar Kota Bukittinggi. "Bukittinggi macet total," tulis Yulmeniarina di akun Facebook.
Warga Kota Padang Rian, 23, membenarkan kemacetan itu. Menurutnya, sepeda motor pun tetap lama sampai di Bukittinggi. "Puluhan kilometer macetnya. Saya saja yang bisa nyalip-nyalip dengan motor sampai 5 jam juga. Apalagi dengan mobil, mungkin sampai 8 jam lebih," ungkapnya.
KBO Lantas Polres Bukitinggi Iptu Dedi Kurnia juga membenarkan adanya kepadatan lalu lintas menuju Bukittinggi pada Senin kemarin. Bahkan, antrean kendaraan mencapai 10-25 kilometer. Baik dari arah Padang Panjang-Bukittinggi, maupun arah Payakumbuh-Bukittinggi di kawasan Baso. "Bukan macet. Tapi pengunjung yang datang ke Bukitinggi tetap berjalan dengan lambat akibat padatnya lalin," terang Dedi, Selasa (26/12).
Kini, kondisi lalu lintas sudah lebih baik. Volume kendaraan sudah mulai menurun. Namun, sejumlah ruas jalan masih padat merayap. Seperti di kawasan Simpang Kangkung jelang ke jam gadang. "Kalau dari arah batas kota di jalan Sudirman, arus lalin normal dan tidak terjadi kepadatan," terangnya.
Sementara di jalur Padang Luar, aktivitas kendaraan terpantau ramai lancar. Sebab selain meningkatnya jumlah kunjungan, sekarang juga bertepatan dengan hari pasar Padang Luar. "Diperkirakan volume kendaraan berkurang hari ini. Kecuali di seputaran jam gadang. Karena pengunjung mayoritas menuju arah sana," tutup Dedi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
