
Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) meninjau proyek Pelabuhan Kuala Tanjung didampingi Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana, Jumat (24/11).
JawaPos.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau proyek Pelabuhan Kuala Tanjung, yang diproyeksikan akan menjadi hub internasional di kawasan barat Indonesia dan pelabuhan terbesar. Sejauh ini, progres pembangunan Terminal Multipurpose di Pelabuhan Kuala Tanjung sudah mencapai 94 persen untuk sisi laut dan 74,5 persen untuk sisi darat.
Nantinya, pelabuhan itu merupakan pintu masuk Pulau Sumatera. Pelabuhan akan memiliki kapasitas hingga mencapai 20 juta TEUs yang dikembangkan secara bertahap hingga 2023.
"Selama ini barang-barang yang ada di seluruh Indonesia tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga yang menjadi hub adalah negara-negara tetangga," jelas Budi di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (24/11).
Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki dua fungsi, yaitu transhipment dan sebagai port untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). "Sehingga hub yang kita bangun lokasinya ideal berada di ujung Selat Malaka," ujar Budi.
Untuk mendukung beroperasinya Pelabuhan Kuala Tanjung, akan dilengkapi dengan infrastruktur transportasi penunjang dan terintegrasi seperti jalan tol dan kereta api. "Proyek pengembangan ini perlu didukung oleh semua pihak untuk mengkampanyekan bahwa kita memiliki Kuala Tanjung yang menjadi transhipment port," paparnya.
Direktur Utama PT Pelindo I Bambang Eka Cahyana menambahkan, Terminal Multipurpose Kuala Tanjung akan mulai beroperasi pada Maret 2018. “Kami merancang konsep pelabuhan dan industri yang akan dikembangkan di Kuala Tanjung bisa terintegrasi secara langsung yang dibuat berstandar internasional," terang Bambang.
Dengan begitu, diharapkan dapat menurunkan biaya logistik serta berpeluang untuk menciptakan skala ekonomi. "Sehingga dengan adanya Pelabuhan Kuala Tanjung mampu meningkatkan kinerja logistik dan daya saing Indonesia, sehingga bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi," tandasnya.
Seperti diketahui, pembangunan tahap I merupakan Pengembangan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung disiapkan berkapasitas 500 ribu TEUs yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, yang merupakan anak usaha gabungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Terdiri dari Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya. Adapun omposisi penyertaan sahamnya, Pelindo I sebesar 55 persen, PT Pembangunan Perumahan 25 persen, dan PT Waskita Karya sebesar 20 persen.
Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap II yaitu Pengembangan Kawasan Industri 3.000 Ha (2016-2018), tahap III Pengembangan Dedicated/Hub Port(2017-2019), dan Tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
