Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2017 | 02.59 WIB

Menhub Tinjau Proyek Kuala Tanjung, Progresnya Sudah 94 Persen

Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) meninjau proyek Pelabuhan Kuala Tanjung didampingi Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana, Jumat (24/11). - Image

Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) meninjau proyek Pelabuhan Kuala Tanjung didampingi Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana, Jumat (24/11).

JawaPos.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau proyek Pelabuhan Kuala Tanjung, yang diproyeksikan akan menjadi hub internasional di kawasan barat Indonesia dan pelabuhan terbesar. Sejauh ini, progres pembangunan Terminal Multipurpose di Pelabuhan Kuala Tanjung sudah mencapai 94 persen untuk sisi laut dan 74,5 persen untuk sisi darat.


Nantinya, pelabuhan itu merupakan pintu masuk Pulau Sumatera. Pelabuhan akan memiliki kapasitas hingga mencapai 20 juta TEUs yang dikembangkan secara bertahap hingga 2023.


"Selama ini barang-barang yang ada di seluruh Indonesia tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga yang menjadi hub adalah negara-negara tetangga," jelas Budi di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (24/11).


Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki dua fungsi, yaitu transhipment dan sebagai port untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). "Sehingga hub yang kita bangun lokasinya ideal berada di ujung Selat Malaka," ujar Budi.


Untuk mendukung beroperasinya Pelabuhan Kuala Tanjung, akan dilengkapi dengan infrastruktur transportasi penunjang dan terintegrasi seperti jalan tol dan kereta api. "Proyek pengembangan ini perlu didukung oleh semua pihak untuk mengkampanyekan bahwa kita memiliki Kuala Tanjung yang menjadi transhipment port," paparnya.


Direktur Utama PT Pelindo I Bambang Eka Cahyana menambahkan, Terminal Multipurpose Kuala Tanjung akan mulai beroperasi pada Maret 2018. “Kami merancang konsep pelabuhan dan industri yang akan dikembangkan di Kuala Tanjung bisa terintegrasi secara langsung yang dibuat berstandar internasional," terang Bambang.


Dengan begitu, diharapkan dapat menurunkan biaya logistik serta berpeluang untuk menciptakan skala ekonomi. "Sehingga dengan adanya Pelabuhan Kuala Tanjung mampu meningkatkan kinerja logistik dan daya saing Indonesia, sehingga bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi," tandasnya.


Seperti diketahui, pembangunan tahap I merupakan Pengembangan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung disiapkan berkapasitas 500 ribu TEUs yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, yang merupakan anak usaha gabungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Terdiri dari Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya. Adapun omposisi penyertaan sahamnya, Pelindo I sebesar 55 persen, PT Pembangunan Perumahan 25 persen, dan PT Waskita Karya sebesar 20 persen.


Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap II yaitu Pengembangan Kawasan Industri 3.000 Ha (2016-2018), tahap III Pengembangan Dedicated/Hub Port(2017-2019), dan Tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore