Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Agustus 2017 | 17.56 WIB

Mengintip Detik-Detik Proklamasi di Batas Negara

Eko Putro Sandjojo memberikan topi kepada Firman, murid SD 004, yang menyambutnya di Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, kemarin siang. Dia menangis saat menerima topi dari menteri. - Image

Eko Putro Sandjojo memberikan topi kepada Firman, murid SD 004, yang menyambutnya di Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, kemarin siang. Dia menangis saat menerima topi dari menteri.

JawaPos.com - Semarak HUT RI ke-72 terasa hingga batas negara. Di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), misalnya. Hari ini (17/8) direncanakan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).


Sebutlah Sebatik, memori langsung mengingat tentang perbatasan. Pulau terluar yang “kepemilikannya” dibagi dua negara, Indonesia dan Malaysia. Kawasan di timur laut Kalimantan itu hanya berjarak 15 hingga 20-an menit perjalanan speedboat ke Tawau, Malaysia. Gambaran posisinya seperti berdiri di dermaga Kampung Baru, Balikpapan, dan menghadap ke Penajam Paser Utara (PPU). Kira-kira sejauh itu.


Di Pulau Sebatik, Kamis (17/8) pagi, akan diukir sejarah. Pemecahan rekor. Yakni, pengibaran Bendera Merah Putih dengan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) terbanyak. Ajang ini digagas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).


Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo akan menghadiri pengibaran bendera serentak di beranda negara itu. Termasuk Kaltim Post (Jawa Pos Group) yang menyaksikan langsung. Mendes juga akan memimpin upacara 17-an di Pos AL, Sungai Pancang. Kemarin siang, menteri bersama rombongan sudah tiba di Sebatik. Sebelum memimpin upacara hari ini, sepanjang hari kemarin, dia melakukan kunjungan kerja ke sejumlah tempat di Sebatik.


Seperti meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) Harapan Maju Bersama di Desa Tanjung Harapan, Sebatik Timur. Mengunjungi lapangan futsal di Desa Sungai Pancang, Sebatik Timur, yang biayanya diambilkan dari dana desa. Hingga mengunjungi Pos Perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah.


Pecah Rekor


Kabag Pemberitaan dan Publikasi, Kemendes PDTT, Rismanto, menjelaskan banyak elemen yang terlibat dalam pengibaran bendera hari ini. Di antaranya, pasukan TNI dari Kodim 0911/Nunukan, Lanal Nunukan, Satgas Pamtas, anggota Polres Nunukan, guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga siswa-siswi SMA.


“Pengibaran bendera dengan anggota Paskibra terbanyak di batas negara ini akan memecahkan rekor Muri,” katanya kepada awak media di City Hotel, Sebatik, Selasa (15/8) malam.


Dikatakan, sebanyak 1.478 Paskibra terlibat. Mereka akan dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Tiap kelompok, berjumlah rata-rata 20 orang atau kurang, menghadap satu tiang bendera. Pengibaran bendera menggunakan tiang listrik di sepanjang dermaga. Tiap tiang berjarak 50 meter.


Rinciannya, di Dermaga Pos AL, Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara ada 42 tiang. Tiang-tiang membentang di dermaga sepanjang 2,1 kilometer. Posisinya membelakangi Tawau. Di Dermaga Pelabuhan Batu, Desa Sungai Pancang juga ada 42 tiang. Posisinya menghadap ke Tawau. Panjang dermaga 2,2 kilometer.


Dan masing-masing satu tiang bendera di KRI, di lapangan Dermaga Pelabuhan Batu, dan tiang utama dipasang di tengah-tengah ponton yang posisinya di antara Dermaga Pos AL dan Dermaga Pelabuhan Batu.


Antusias


Pengibaran Bendera Merah Putih dengan anggota Paskibra terbanyak di batas negara ini mendapat perhatian media nasional maupun lokal. Terbukti, belasan wartawan media cetak dan elektronik sudah merapat ke Sebatik, sejak Selasa (15/8) sore.


Pewarta dari Jakarta menuju Sebatik via Tarakan. Dari Pelabuhan Tengkayu 1, Tarakan, menuju Sebatik dengan speedboat bermesin empat. Butuh waktu dua jam setengah menuju Sebatik. Tiba di Pelabuhan Kelas III Sungai Nyamuk, Dermaga Pelabuhan Batu, jelang sore.


Hari itu ratusan orang tengah berlatih dalam kelompok-kelompok kecil. Ada yang baris-berbaris. Di sisi lain memantapkan gerakan mengibarkan Sang Merah Putih. Mereka sangat antusias. Suasana semakin heroik, saat beberapa buruh bongkar muat, nyeletuk di sela memindahkan barang para jurnalis dari speedboat ke dermaga. “Walau di perbatasan, kami tetap nasionalisme”. “Tetap Indonesia. Tinggal di perbatasan tak membuat nasionalisme kami terbatas”. Dan teriakan-teriakan dengan nada serupa lainnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore