
Dedi Mulyadi
JawaPos.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi dianggap sejumlah pihak sebagai orang yang terzolimi karena tak dipilih maju di Pilgub Jabar 2018 mendatang. Ketua Umum partai Golkar Setya Novanto justru menunjuk Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, yang notabene orang luar partai.
Meski demikian, Bupati Purwakata tersebut berharap Partai Golkar tetap bersatu dan kompak. Pernyataan Dedi itu terkait Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Oriental Mandarin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/11). Munaslub itu dihadiri 28 peserta dari 34 Ketua DPD Partai Golkar se-Indonesia.
Menurut dia, pertemuan yang dipimpin Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham itu sebenarnya tidak perlu dilakukan. Sebab, kata Dedi, saat ini Setya Novanto masih resmi menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Menurutnya, DPP Golkar harus segera mengambil langkah strategis.
"Simpan seluruh agenda jangka pendek, soliditas partai harus lebih diutamakan untuk menata kembali Partai Golkar secara jangka panjang," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (17/11).
Keyakinan itu yang menjadi alasan Bupati Purwakarta tidak menghadiri Munaslub Partai Golkar. Selain, terdapat agenda konsolidasi DPP Jawa Barat serta pertemuan warga terkait dengan Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.
Dia tidak setuju jika ada pembicaraan ketua umum baru atau PLT-nya. Sebab, hal yang paling penting adalah menyelamatkan Partai Golkar terlebih dulu. "Kita komunikasikan dulu dengan para sesepuh, dewan pembina, dan para tokoh yang memiliki kontribusi besar terhadap Partai Golkar. Insya Allah ada jalan demi penyelamatan partai kita ini," jelasnya.
Kang Dedi juga berharap azas prraduga tidak bersalah tetap dikedepankan dalam penanganan kasus yang menimpa Setnov. Dia berharap Setnov dapat patuh terhadap hukum sebagai cerminan kader Partai Golkar yang baik.
"Kita harus patuh terhadap proses hukum yang tengah berlangsung saat ini. Saya yakin seluruh kader termasuk Pak Ketua Umum juga begitu. Pak Setnov pasti memberikan contoh bahwa warga Partai Golkar taat hukum," ujarnya.
Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto kembali menjadi tersangka korupsi e-KTP. Atas status itu, sejumlah pengamat dan lembaga survei menilai jika eletabilitas Partai Golkar menurun drastis. Fenomena tersebut berbanding terbalik dengan semangat Partai Golkar dalam menghadapi Pilkada Serentak pada tahun 2018 mendatang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
