Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 November 2017 | 00.33 WIB

Laka Laut di Pantai Selatan DIY Menurun

Papan tanda bahaya yang terpasang di Pantai Parangtritis. - Image

Papan tanda bahaya yang terpasang di Pantai Parangtritis.

JawaPos.com - Angka kecelakaan laut (laka laut) di pesisir pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan sepanjang tahun ini. Seperti di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul. Terakhir peristiwa laka laut terjadi pada Minggu (5/11) lalu.


Insiden tersebut menimpa sepasang pengantin baru yang berenang dan terjebak palung laut. "Pengantin baru itu beruntung masih bisa diselamatkan," kata Sekretaris Search and Rescue (SAR) Satlinmas Patangtritis, Rinto Rafli kepada Jawapos.com, Minggu (12/11).


Penyebab terjadinya kecelakaan masih sama, yaitu wisatawan yang tak mematuhi aturan. "Ada beberapa palung di Parangtritis. Tiap palung sudah kami tandai ada bendera hitamnya, agar tak bermain air terlalu dekat dengan palung," ujarnya.


Sepanjang tahun ini, tercatat ada 24 korban laka laut yang berhasil diselamatkan. Ada satu korban tewas akibat bunuh diri, dan satu lagi korban hilang.


Berbeda pada 2016, jumlah laka laut cukup banyak. Yaitu, 50 orang berhasil diselamatkan dan 4 korban ditemukan tewas. "Tahun ini target kami zero accident (nol kecelakaan)," tegasnya.


Menurunnya jumlah laka laut maupun korban, karena seluruh personel yang berjumlah 62 orang disiagakan. Terutama saat musim liburan serta akhir pekan.


Upaya lain yang dilakukan petugas dalam menekan angka laka laut adalah dengan memberi peringatan melalui pengeras suara ketika ada yang bermain air terlalu ke tengah laut. Serta beberapa petugas melakukan patroli lapangan. "Dari mulai Parangtritis, Parangkusumo, Depok," ucapnya.


Angka penurunan itu juga dialami di pantai-pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Mulai dari Pantai Seruni, Sepanjang, Krakal, Kukup, Baron, hingga perbatasan Bantul. Ada setidaknya 28 peristiwa dengan dua orang tewas pada tahun ini.


Semetara tahun lalu, ada 183 laka laut dengan 8 orang ditemukan tewas. Terakhir hari ini, menimpa seorang wisatawan di Pantai Watu Lawang, Tepus. "Bukan karena ombak tinggi, tapi terlalu ke tengah dan terseret arus. Ditolong kapal nelayan, korban selamat," imbuh Koordinator SAR Wilayah II Gunungkidul, Marjono.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore