Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2017 | 16.46 WIB

Ini Rangkaian dan Makna "Bleketepe" di Pernikahan Kahiyang

Presiden Jokowi melepas penutup pisang raja dalam rangkaian bleketepe di pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. - Image

Presiden Jokowi melepas penutup pisang raja dalam rangkaian bleketepe di pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution.

JawaPos.com - Prosesi rangkaian pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution sudah dimulai sejak Selasa (7/11) pagi. Pertama adalah pemasangan bleketepe atau anyaman daun kelapa. Prosesi ini dilakukan sekitar pukul 08.20 WIB.


Saat pemasangan bleketepe, Presiden Jokowi mengenakan beskap berwana oranye lengkap dengan blangkon berwarna coklat. Untuk memasang bleketepe, Jokowi naik sebuah tangga dari alumunium. Usai pemasangan bleketepe, Jokowi membuka brongsong atau pembungkus pisang raja berupa kain berwarna merah. Pisang raja yang dipasang di depan rumahnya.


Selanjutnya, Jokowi memasang tuwuhan atau sejumlah kelengkapan untuk prosesi pemasangan bleketepe. Seluruh perlengkapan ini dibawa langsung oleh putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang pagi ini juga mengenakan beskap berwarna oranye. Kelengkapannya antara lain padi, daun opo-opo, tebu wulung, dan juga cengkir gading.


Jokowi kemudian meletakkan padi di atas pisang, lalu memasang daun opo-opo di antara celah pisang. Saat prosesi ini, Jokowi didampingi oleh istrinya, Iriana Jokowi yang mengenakan kebaya dengan warna yang sama, serta cucunya Jan Ethes Sri Narendra yang juga mengenakan beskap. Setelah prosesi ini rampung, Jokowi dan keluarga kembali masuk rumah.


Menurut budayawan Solo, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo, prosesi ini mempunyai makna yang sangat mendalam. Seperti bleketepe bermakna bahwa anyaman daun kelapa bisa untuk memberikan keteduhan. "Untuk ayem (menenangkan), eyup (meneduhkan), dan ayom (mengayomi)," terang pria yang akrab disapa Kanjeng Win.


Kemudian ada juga daun beringin yang memiliki makna untuk memberikan keteduhan. Tebu wulung memiliki filosofi agar kehidupan kedua mempelai nantinya bahagia, manis seperti tebu. "Atau ada juga yang mengartikan tebu adalah antepnya kalbu (mantapnya kalbu)," terangnya.


Lalu untuk cengkir gading adalah suci. "Makanya pada saat itu harus dijaga," katanya. Untuk pisang raja adalah pisang unggulan di antara pisang-pisang lainnya. Menurut Kanjeng Win, ini memiliki makna agar nanti mempelai kehidupannya bisa seperti seorang raja.


"Dan untuk padi maknanya agar nanti kehidupannya tercukupi, sedangkan untuk daun opo-opo ini agar selama menjalani rumah tangga keduanya dijauhkan dari hal-hal yang bisa membuat celaka atau kalau dalam bahasa Jawa disebut kales," tandas Kanjeng Win.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore