
Presiden Jokowi melepas penutup pisang raja dalam rangkaian bleketepe di pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution.
JawaPos.com - Prosesi rangkaian pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution sudah dimulai sejak Selasa (7/11) pagi. Pertama adalah pemasangan bleketepe atau anyaman daun kelapa. Prosesi ini dilakukan sekitar pukul 08.20 WIB.
Saat pemasangan bleketepe, Presiden Jokowi mengenakan beskap berwana oranye lengkap dengan blangkon berwarna coklat. Untuk memasang bleketepe, Jokowi naik sebuah tangga dari alumunium. Usai pemasangan bleketepe, Jokowi membuka brongsong atau pembungkus pisang raja berupa kain berwarna merah. Pisang raja yang dipasang di depan rumahnya.
Selanjutnya, Jokowi memasang tuwuhan atau sejumlah kelengkapan untuk prosesi pemasangan bleketepe. Seluruh perlengkapan ini dibawa langsung oleh putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang pagi ini juga mengenakan beskap berwarna oranye. Kelengkapannya antara lain padi, daun opo-opo, tebu wulung, dan juga cengkir gading.
Jokowi kemudian meletakkan padi di atas pisang, lalu memasang daun opo-opo di antara celah pisang. Saat prosesi ini, Jokowi didampingi oleh istrinya, Iriana Jokowi yang mengenakan kebaya dengan warna yang sama, serta cucunya Jan Ethes Sri Narendra yang juga mengenakan beskap. Setelah prosesi ini rampung, Jokowi dan keluarga kembali masuk rumah.
Menurut budayawan Solo, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo, prosesi ini mempunyai makna yang sangat mendalam. Seperti bleketepe bermakna bahwa anyaman daun kelapa bisa untuk memberikan keteduhan. "Untuk ayem (menenangkan), eyup (meneduhkan), dan ayom (mengayomi)," terang pria yang akrab disapa Kanjeng Win.
Kemudian ada juga daun beringin yang memiliki makna untuk memberikan keteduhan. Tebu wulung memiliki filosofi agar kehidupan kedua mempelai nantinya bahagia, manis seperti tebu. "Atau ada juga yang mengartikan tebu adalah antepnya kalbu (mantapnya kalbu)," terangnya.
Lalu untuk cengkir gading adalah suci. "Makanya pada saat itu harus dijaga," katanya. Untuk pisang raja adalah pisang unggulan di antara pisang-pisang lainnya. Menurut Kanjeng Win, ini memiliki makna agar nanti mempelai kehidupannya bisa seperti seorang raja.
"Dan untuk padi maknanya agar nanti kehidupannya tercukupi, sedangkan untuk daun opo-opo ini agar selama menjalani rumah tangga keduanya dijauhkan dari hal-hal yang bisa membuat celaka atau kalau dalam bahasa Jawa disebut kales," tandas Kanjeng Win.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
