Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Januari 2018 | 17.57 WIB

Sebanyak 13 Mahasiswa Boleh Pulang dan Rawat Jalan di Palembang

Sekitar 40 mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) Pelembang yang selamat pulang ke Palembang, Selasa (16/1) kemarin. - Image

Sekitar 40 mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) Pelembang yang selamat pulang ke Palembang, Selasa (16/1) kemarin.

JawaPos.com - Jumlah mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) korban ambruknya selasar gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang pulang ke Palembang terus bertambah. Sampai dengan Rabu (17/1), pukul 17.30 WIB, sebanyak 13 orang telah tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.


Rincinya, 12 mahasiswi dan seorang mahasiswa. Mereka menumpang pesawat Citilink. Kepulangan tersebut disambut Dekan Fakultas Ekonomi UBD Dr Emmi Suwarni dan sejumlah dosen.


Dari 13 orang itu, empat terpaksa naik kursi roda. Ada yang cedera di kaki, tangan, dan kepala. Salah satunya, Gita Yolanda. Mahasiswi berambut panjang sebahu itu selain terluka lecet di kaki, juga memar di kepalanya.


“Sesekali masih pusing,” ujarnya seperti di kutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (18/1).


Gita menceritakan, sesaat sebelum selasar tower 2 gedung BEI roboh, dia dan sekitar 50 mahasiswi memang hendak salat di lantai 2. “Tiba-tiba saja langsung ambruk dan aku ikut jatuh,” bebernya.


Gita mengaku setelah itu dia tak sadarkan diri. Dia dan teman-temannya yang terluka mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit.


Gita mengaku tak sadar saat dievakuasi ke RS AL Mintoharjo. “Kami diberi tahu, BEI yang bertanggung jawab untuk semua biaya pengobatan,” jelasnya. Termasuk kelanjutan pengobatannya setelah pulang ke Palembang.


Kerena mengalami cedera di kepala, dia mendapat rujukan untuk ke spesialis saraf. Ditanya seputar musibah itu, Gita mengaku sampai sekarang masih shock jika mengingatnya. Teman-temannya yang belum pulang lukanya memang agak parah. Ada yang patah kaki dan luka lain.


Mahasiswi lain yang pulang berkursi roda yaitu Bella Ayu Safitri (19). Mahasiswi berjilbab itu mengalami retak tulang tangan kirinya. “Sudah dioperasi, tinggal pemulihan,” ungkapnya.


Dia mengaku begitu terjatuh bersama selasar yang ambruk, kondisinya tetap sadar. Bella lalu mendapatkan pertolongan teman-temannya yang tak terluka.


Pulang ke Palembang, dia belum tahu kapan akan mengecek kondisi tangan kirinya tersebut. Tapi dia telah mendapatkan penjelasan kalau biaya pengobatannya juga ditanggung pihak BEI. “Rujukannya ke RS Siloam,” tutur Bella yang kemarin dijemput langsung ayah dan ibunya.


Sugianto (50), ayah Bella Ayu Syafitri (19) mengatakan, dia beserta istrinya Rusiani (49) langsung terbang ke Jakarta untuk menemani putri mereka yang dirawat di RS Siloam. "Kami dapat kabar sekitar pukul 12.30 WIB, Bella yang menelepon langsung,” katanya.


Mereka lalu mendatangi kampus UBD dan memastikan kebenaran kejadian itu. “Sore itu juga, sekitar pukul 17.30 WIB, kami berangkat ke Jakarta,” bebernya. Warga Desa Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin itu menuturkan, tiba di rumah sakit, dia mendapatkan keterangan dari tim medis RS Siloam kalau putrinya menderita sejumlah luka.


Yang paling parah, retak di siku kiri. Keretakan tulang siku membuat Bella harus dioperasi. "Anak kami dioperasi sekitar pukul 01.00 WIB dan selesai 03.30 WIB. Alhamdulillah, tadi tim dokter sudah memperbolehkan dia pulang," tutur Sugianto.


Selama menemani anak keduanya itu dirawat, dia menilai pelayanan dari pihak BEI, UBD dan pengelola gedung untuk memenuhi kebutuhan para korban sangat memuaskan. Sugianto dan istrinya bahkan disediakan kamar tempat menginap di salah satu hotel di dekat RS Siloam.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore