
Kondisi Rumah Dera Dewanti Dirgahayu di Perumahan Sawahan 6 nomor 22, Ngemplak, Boyolali, Jateng.
JawaPos.com - Seorang perempuan berhijab keluar dari sebuah ruang kerjanya saat JawaPos.com datang ke BPR Cita Dewi, Colomadu, Karanganyar, Selasa (23/1) siang. Mata perempuan itu terlihat berkaca-kaca. Tidak lama, dengan suara parau dan gemetar ia mengungkapkan alasannya kenapa ia seperti itu.
"Kami sangat kaget dan syok, tidak mengira seperti itu," kata perempuan yang enggan menyebutkan namanya itu.
Perempuan berhijab krem itu mengaku sangat kehilangan, meskipun Dera Dewanti Dirgahayu, perempuan yang ditemukan tewas tanpa busana, Senin (22/1) di Boyolali belum lama menjadi rekan kerjanya.
Setelah menyampaikan hal itu, ia meminta awak media untuk meninggalkan kantor yang ada di Colomadu tersebut. "Silakan menunggu di luar," pinta perempuan itu sembari menahan menangis.
Sebelumnya, seorang pria yang juga rekan korban mengaku terkejut setelah mengetahui jika mayat yang ditemukan di pinggir sawah di Selatan Waduk Cengklik, Desa Ngargorejo, Boyolali, Jateng itu adalah teman kerjanya.
"Saya tidak tahu kalau itu dia (Dera) tahunya baru tadi dari sosial media," kata pria berkacamata itu.
Semua rekan kerja Dera enggan menceritakan lebih jauh mengenai sosok Dera saat bekerja di BPR Cita Dewi. Mereka hanya mengatakan, jarang berkomunikasi lantaran Dera bekerja di lapangan. Sementara mereka berada di dalam kantor.
"Kalau komunikasi iya, tapi kan kami juga tidak sering ketemu. Paling pas dia di kantor," katanya.
Sementara itu, Ketua RT 01 RW 10, Danang Supriyanto, menjelaskan jika selama tinggal di Perumahan Sawahan 6 nomor 22, Ngemplak, Boyolali, Dera merupakan sosok yang baik. Dia tidak pernah komplain dengan kegiatan yang dilakukan tetangganya.
"Kalau tinggal di sini sudah sekitar Desember 2016. Sepengetahuan saya mbak Dera masih lajang, belum menikah dan dia hanya tinggal sendiri di rumah," tuturnya.
Danang menambahkan, selama ini dirinya tidak melihat ada tamu yang rutin datang ke rumahnya. Dan akhir-akhir ini, Dera juga sering bolak balik ke Semarang karena ibunya tengah sakit.
"Kalau biasanya setiap Jumat dirinya pulang untuk menjenguk ibunya yang sakit di Semarang," tandas Danang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
