
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR saat menjalankan misi kesehatan terpadu di kawasan Tampo Lore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
JawaPos.com - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) menjalankan misi kesehatan terpadu di kawasan Tampo Lore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Tim tersebut memetakan risiko penyakit pada manusia, hewan, pangan, air, dan lingkungan untuk mendorong kawasan transmigrasi yang sehat dan aman dari ancaman penyakit menular.
Tim yang bermukim di Desa Wuasa, Kecamatan Lore Utara, itu dipimpin Dosen Fakultas Vokasi UNAIR Shelly Wulandari, drh., M.Si., Ph.D. Ia bersama lima anggota tim menjalankan misi yang mencakup riset, pemetaan risiko penyakit, pendampingan masyarakat, kesehatan hewan, hingga keamanan pangan.
Pendekatan yang digunakan adalah One Health, yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Konsep tersebut diterapkan melalui pengamatan dan penelitian terhadap berbagai komponen yang saling berinteraksi di kawasan Tampo Lore-Pamona.
Wilayah tersebut memiliki permukiman, peternakan, lahan pertanian, sumber air, dan kawasan hutan yang berdekatan. Kondisi itu membuat manusia, hewan ternak, hewan pendamping, satwa liar, vektor penyakit, dan lingkungan memiliki interaksi yang erat.
Dalam kegiatan lapangan, tim memetakan risiko penyakit pada manusia dan memeriksa kondisi ternak. Pengamatan juga dilakukan terhadap hewan domestik, satwa liar, serta berbagai vektor yang berpotensi menjadi penghubung penularan penyakit.
Risiko yang diamati mencakup keberadaan hewan pengerat, kelelawar, unggas liar, caplak, lalat, nyamuk, keong, hingga kondisi air permukaan dan tanah di sekitar kandang. Pengamatan tersebut juga berkaitan dengan risiko zoonosis dan schistosomiasis.
Anjing yang banyak dipelihara masyarakat juga menjadi bagian dari pemetaan risiko. Dalam pendekatan One Health, kondisi kesehatan anjing diperhatikan karena hewan tersebut berinteraksi secara dekat dengan manusia, ternak, dan lingkungan.
Karena itu, screening kesehatan tidak hanya menyasar ternak produktif seperti sapi. Dalam rancangan penelitian, pemeriksaan dapat mencakup sapi, kambing, babi, unggas, anjing, dan kucing sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong Tampo Lore menjadi kawasan transmigrasi yang lebih aman dari penyakit menular dan zoonosis. Tim tidak hanya mengumpulkan sampel dan data, tetapi juga menyiapkan langkah pencegahan yang dapat diterapkan bersama masyarakat dan pemerintah daerah.
Program itu diberi nama "Desa Sentinel One Health dan Pangan Hewani ASUH Tampo Lore". Konsepnya mendorong masyarakat mengenali risiko, melakukan pencegahan, serta melaporkan lebih awal apabila terdapat indikasi penyakit pada manusia maupun hewan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
