
Ilustrasi Pantai Pasir Putih Situbondo. (Pariwisata Kabupaten Situbondo)
JawaPos.com - Pantai Pasir Putih Situbondo, salah satu destinasi wisata bahari legendaris di Jawa Timur, bersiap memasuki babak baru. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Situbondo membuka peluang kerja sama pemanfaatan (KSP) dengan mitra strategis untuk mengembangkan kawasan seluas sekitar 18,4 hektare itu menjadi destinasi wisata terpadu, dengan investasi sedikitnya Rp 40 miliar selama lima tahun.
Pengembangan tersebut dijanjikan tidak akan menghilangkan identitas Pasir Putih yang sudah dikenal wisatawan selama puluhan tahun. Sebaliknya, pemerintah ingin mempertahankan nama dan karakter kawasan sekaligus menghadirkan fasilitas, atraksi, serta pengalaman wisata yang lebih modern.
“Yang kita lakukan adalah memberikan wajah baru, kualitas baru, dan pengalaman baru kepada wisatawan melalui pengelolaan yang lebih profesional,” ujar Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio dalam konferensi pers di Pantai Pasir Putih Situbondo, Selasa (11/8).
Rencana pengembangan ini membuat Pasir Putih berpotensi tidak lagi sekadar menjadi tempat singgah wisatawan yang melintas di jalur Pantura Jawa Timur.
Melalui skema KSP, kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi integrated coastal tourism, dengan berbagai pilihan aktivitas dalam satu kawasan. Pemerintah membuka ruang untuk pembangunan hotel dan resort, restoran dan kafe, beach club, sport tourism, diving, wisata bahari, rekreasi keluarga, hingga penyelenggaraan event dan beach carnival.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Situbondo sekaligus Ketua Tim KSP, Edy Wiyono, mengatakan pemerintah sengaja memberikan ruang yang cukup luas kepada calon mitra untuk menawarkan konsep pengembangan.
“Konsepnya bukan sekadar mengelola pantai. Kami membuka peluang kepada mitra untuk membangun integrated coastal tourism, mulai dari hotel dan resort, restoran dan kafe, beach club, sport tourism, diving, wisata bahari, family recreation, event dan beach carnival, hingga berbagai atraksi wisata yang sesuai dengan karakter kawasan,” ujar Edy.
Bagi wisatawan, rencana tersebut berarti pilihan aktivitas di Pasir Putih nantinya dapat menjadi jauh lebih beragam. Pantai tetap menjadi daya tarik utama, tetapi pengunjung berpotensi memiliki lebih banyak alasan untuk tinggal lebih lama, termasuk menikmati akomodasi, kuliner, olahraga, rekreasi keluarga, hingga kegiatan berbasis bahari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
