
ILUSTRASI BENCANA BANJIR. (JAWA POS)
JawaPos.com – Upaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta. Selain edukasi di ruang kelas, penyediaan sarana komunikasi darurat dinilai menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesiapan sekolah dalam menghadapi situasi bencana.
Sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), TOA Indonesia menyerahkan sistem audio evakuasi bencana kepada SDN Pasauran 1, Kabupaten Serang, Banten. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, serta mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Kabupaten Serang.
Sekolah tersebut dipilih karena berada di kawasan pesisir yang memiliki potensi risiko bencana, sehingga membutuhkan dukungan edukasi sekaligus sistem komunikasi darurat yang memadai.
Baca Juga: Kemenkeu dan Kemendagri Pastikan Pendanaan Daerah Bencana dan Pembangunan Papua Tepat Sasaran
Brand & Community Manager TOA Indonesia, Clara Dinny A., mengatakan program ini merupakan kelanjutan dari komitmen perusahaan setelah sebelumnya meluncurkan video animasi edukasi mitigasi bencana.
"Peluncuran video animasi merupakan langkah awal. Melalui program CSR ini kami ingin memastikan edukasi mitigasi bencana tidak berhenti pada materi pembelajaran, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah. Harapannya, praktik baik ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah pesisir dan daerah yang memiliki potensi risiko bencana," ujarnya.
Sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman panjang di bidang public address system dan emergency communication, lanjut Clara, pihaknya selama ini berkontribusi dalam pengembangan sistem komunikasi darurat yang menjadi bagian dari ekosistem early warning system.
Pada program ini, mereka menyerahkan perangkat Z-FV2148W-AS Wall-Mount Evacuation System, yakni sistem komunikasi darurat yang dirancang untuk menyampaikan informasi evakuasi secara cepat dan jelas ketika terjadi keadaan darurat. Sistem tersebut juga dapat diintegrasikan dengan alarm sehingga penyampaian instruksi evakuasi dapat menjangkau seluruh area sekolah secara efektif.
Dosen Program Studi Geologi dan Geofisika FMIPA Universitas Indonesia, Twin Hosea W. Kristyanto, menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana hasil kajian akademik dapat diterapkan secara langsung di masyarakat.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa riset dan edukasi dapat diterjemahkan menjadi solusi yang aplikatif. Melalui media pembelajaran yang tepat serta dukungan fasilitas komunikasi darurat, kami berharap budaya kesiapsiagaan dapat mulai dibangun sejak usia dini," katanya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
