Ilustrasi konten tak senonoh di handphone. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali gempar setelah seorang oknum camat dilaporkan atas dugaan penyebaran konten tidak senonoh. Camat tersebut dilaporkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boyolali, karena diduga mengirimkan video asusila kepada mantan karyawan di tempat usaha pribadinya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali M. Syawalludin membenarkan bahwa pihak BKPSDM telah bergerak cepat memanggil oknum camat yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
"Iya. Kemarin BKPSDM sudah melakukan pemanggilan pada yang bersangkutan," ujar Syawalludin dikutip dari Radar Solo, Selasa (7/7).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan mediasi yang mempertemukan kedua belah pihak, Pemkab Boyolali menyatakan bahwa insiden ini tidak termasuk dalam kategori kekerasan seksual secara fisik.
Dari pengakuan terlapor, video tidak senonoh tersebut terkirim secara tidak sengaja karena kelalaian dalam mengoperasikan media sosial.
"Bukan kekerasan ya, artinya memang ada salah kirim (video) begitu," jelas Syawalludin.
Pihak BKPSDM juga menilai tidak ada komunikasi dua arah yang menunjukkan adanya motif tertentu atau keberlanjutan dari pengiriman pesan tersebut.
"Kami menilai ini betul-betul salah kirim dan yang bersangkutan sudah menyampaikan permohonan maaf," tambah Sekda.
Meski dipastikan sebagai unsur ketidaksengajaan, Pemkab Boyolali menegaskan tidak akan menoleransi kecerobohan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menggunakan platform digital.
Sebagai bentuk konsekuensi, Bupati Boyolali telah melayangkan sanksi berupa surat teguran langsung agar yang bersangkutan lebih bijak bermedia sosial. Hingga saat ini, oknum camat tersebut dipastikan masih menjalankan tugas pelayanan publik seperti biasa.
"Masih melayani (masyarakat). Sementara ini sanksinya mendapat surat teguran dari Pak Bupati,” tegas Syawalludin.
Menanggapi rumor yang beredar bahwa aksi serupa diduga telah terjadi lebih dari sekali, pihak Pemkab Boyolali menyatakan siap bersikap terbuka. Syawalludin menegaskan, pihaknya menunggu laporan resmi dari masyarakat jika memang ada korban lain yang merasa dirugikan.
Jika di kemudian hari ditemukan bukti faktual baru yang menunjukkan adanya unsur kesengajaan atau korban tambahan, status pemeriksaan akan langsung dinaikkan ke tingkat hukuman disiplin berat.
"Ya, itu yang kita tunggu. Kita bergerak berdasarkan laporan. Kalau memang ada korban-korban yang lain, berarti kejadiannya lebih dari satu orang. Jika lebih dari satu orang, berarti nyuwun sewu bukan lagi salah kirim, melainkan ada pemahaman lain," bebernya.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
