
Peternak memanfaatkan tengah memberikan silase atau pakan fermentasi bagi ternak kambing kepada hewan peliharaannya. (Istimewa)
JawaPos.com - Kondisi kemarau panjang kadang penyulitkan peternak dalam menyiapkan pakan harian bagi hewan ternaknya. PT Triputra Agro Persada Tbk melalui anaknya usahanya, PT Etam Bersama Lestari (EBL) berinisiatif mengolah tongkol jagung yang bisa terbuang pascapanen menjadi silase atau pakan fermentasi bagi ternak kambing.
Inovasi yang dikembangkan melalui Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari TAP Untuk Negeri tersebut tidak hanya membantu peternak menjaga ketersediaan pakan, tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap limbah pertanian yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Selain mendukung peningkatan pendapatan peternak, program tersebut juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar desa.
Hasil inovasi PT EBL bersama masyrakat Desa Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur tidak hanya membantu peternak menjaga ketersediaan pakan, tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap limbah pertanian yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Basirun, salah satu peterna di Desa Tepian Terap, mengaku penggunaan silase memberikan manfaat yang signifikan bagi usaha peternakan yang dijalankannya, khususnya dalam menghadapi tantangan ketersediaan pakan.
“Awalnya kami memiliki empat bibit kambing yang dikembangkan melalui program ini. Seiring waktu, jumlah kambing berkembang menjadi 15 ekor. Dalam dalam perjalanan ada beberapa tantangan, seperti tiga ekor anakan yang mati karena sakit dan dua ekor yang berhasil dijual, saat ini kami masih memiliki 10 ekor kambing yang terus dipelihara,” ujarnya.
Silase merupakan pakan hasil fermentasi bahan organik yang dapat disimpan lebih lama dibandingkan hijauan segar sehingga membantu menjaga ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun. Dalam program ini, tongkol jagung pascapanen dimanfaatkan sebagai salah satu bahan utama pembuatannya, sehingga limbah pertanian dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai guna.
Pentingnya ketersediaan pakan ternak juga menjadi perhatian pemerintah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan ketahanan pakan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun sektor peternakan yang tangguh dan berkelanjutan. Ketersediaan pakan dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga produktivitas ternak sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Pemanfaatan tongkol jagung menjadi silase yang dikembangkan melalui Program DMPA TAP Untuk Negeri di Desa Tepian Terap menjadi salah satu contoh pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung ketersediaan pakan ternak secara berkelanjutan.
“Dengan adanya silase ini, kami merasa terbantu. Apalagi saat ada kesulitan mendapat pakan ternak yang bagus,” pungkas Basirun.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
