
Lalu lintas di Jalan Pantura Jawa Barat, Senin (16/3). (Fathnur Rohman/Antara)
JawaPos.com–Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota menyebut arus kendaraan menuju wilayah Cirebon, khususnya pada ruas Jalan Pantai Utara (Pantura) terus mengalami peningkatan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.
”Kita melihat sudah mulai tampak kenaikan, baik di jalur arteri maupun ruas tol,” kata Kepala Polres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar seperti dilansir dari Antara di Cirebon, Senin (16/3).
Dia menyebutkan, berdasar prediksi kepolisian, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, termasuk di wilayah Cirebon. Berdasar data perhitungan lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Cirebon secara real time, total kendaraan yang melintas di Jalur Pantura Kota Cirebon sejak H-7 hingga H-5 Lebaran mencapai sekitar 168 ribu unit.
Meski demikian, Eko memastikan kondisi arus lalu lintas di Jalan Pantura Cirebon hingga saat ini masih relatif lancar dan belum terjadi kepadatan berarti.
Untuk di jalan tol, menurut dia, pergerakan kendaraan pemudik mulai tampak terutama pada waktu-waktu tertentu, seperti dini hari hingga menjelang sahur. Sebagian pemudik memanfaatkan waktu dini hari tersebut, untuk melakukan perjalanan sekaligus menjalankan sahur di perjalanan.
Polres tetap melakukan langkah antisipasi, termasuk penyekatan kendaraan sumbu tiga di jalur tol maupun jalur arteri sesuai dengan kebijakan pembatasan operasional kendaraan barang saat arus mudik.
”Untuk kendaraan sumbu tiga sudah dilakukan penyekatan di jalur tol maupun arteri sesuai dengan keputusan yang berlaku, namun tetap kita lakukan secara humanis dan preventif,” terang Eko Iskandar.
Selain itu, kepolisian juga menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk menampung kendaraan apabila terjadi lonjakan arus lalu lintas di wilayah tersebut. Pihaknya juga menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas di jalur arteri apabila terjadi peningkatan volume kendaraan akibat penerapan sistem satu arah (one way) di jalan tol.
Menurut dia, pelaksanaan one way di jalan tol tetap menunggu instruksi dari Korps Lalu Lintas Polri, sementara di jalur arteri petugas telah menyiapkan rencana penanganan secara bertahap.
”Apabila ada peningkatan akibat pembuangan arus dari tol, kami akan melakukan langkah bertahap, mulai dari penarikan manual hingga rekayasa lalu lintas di titik tertentu,” papar Eko Iskandar.
Eko menekankan rekayasa tersebut dapat berupa penutupan sementara di simpang atau putaran balik, guna menjaga kelancaran arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan total.
”Kami ingin memastikan arus lalu lintas tetap berjalan dan tidak terjadi stuck. Untuk itu kami juga memohon pengertian masyarakat jika ada rekayasa lalu lintas yang diterapkan di lapangan,” ujar Eko Iskandar.
